KNews.id – Jakarta – Tiga pekan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, warga mengibarkan bendera putih di sepanjang jalan lintas Sumatera. Bendera itu dipasang di kayu yang ditancapkan di jalan penghubung Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kota Langsa.
Pemerintah Provinsi Aceh mengatakan telah mengetahui pemasangan bendera putih itu. Menurut pemerintah daerah, pengibaran bendera tersebut dimaknai sebagai simbol harapan masyarakat terhadap pemerintah pusat maupun daerah untuk mempercepat penanganan bencana di sana.
“Ini ekspresi masyarakat sekaligus gugatan agar merespons cepat penanganan kebencanaan yang sedang terjadi,” ujar juru bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA saat dihubungi pada Selasa, 16 Desember 2025.
Muhammad mengatakan, pemerintah daerah memahami keresahan warga. Namun, dia menegaskan, sejak bencana itu terjadi pada akhir November lalu, pemerintah telah mengerahkan berbagai kementerian dan lembaga untuk mempercepat penanganan bencana.
Di antaranya melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Satuan Kerja Perangkat Aceh, TNI hingga Polri. Saat ini, kata dia, Pemerintah Aceh terus menyalurkan bantuan logistik sekaligus membuka akses ke wilayah yang terdampak. “Berbagai kekurangan terus diperbaiki demi penanganan yang baik dan terpadu,” tutur Muhammad.




