Beban utang diprediksi akan menjadi tantangan yang berat bagi kepemimpinan presiden berikutnya. Kenaikan utang pemerintah yang sangat signifikan, terjadi saat pandemi Covid-19. Penumpukan utang ini pun diyakini akan mengkhawatirkan bagi keberlanjutan APBN ke depan.
Posisi utang tersebut bertambah Rp57,55 triliun jika dibandingkan dengan posisi utang pada Oktober 2022 yang sebesar Rp 7.496,7 triliun. (Ach/We)




