spot_img

Tujuh Bank Top Pesta Laba Rp 57 Triliun, BRI Paling Gede Harso Kurniawan

KNews.id – Industri perbankan terus mencetak kinerja impresif sepanjang 2023. Ini terlihat pada laba tujuh bank ternama yang naik 22,5% menjadi Rp 57 triliun per April 2023 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 46,9 triliun.

Mereka adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) atau BTN, dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).

- Advertisement -

Tren pertumbuhan laba bersih perbankan diyakini berlanjut sampai akhir 2023. Alasannya, laju inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stabil. Hal ini memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75% sampai akhir tahun. Ini akan menguntungkan industri perbankan nasional, karena bisa mendongkrak margin bunga bersih (net interest margin/NIM).

Melihat fakta ini, semua broker memberikan rekomendasi positif saham perbankan yang diriset. Mereka bahkan tak segan menetapkan target harga tinggi, karena yakin dengan prospek kinerja keuangan industri perbankan tahun ini.

- Advertisement -

Berdasarkan laporan riset Ciptadana Sekuritas Asia, yang dikutip pada Selasa (13/6/2023), BCA mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi dibandingkan tiga bank besar lainnya, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Per April 2023, laba bersih BCA melonjak 34% menjadi Rp 15,4 triliun, sedangkan Bank Mandiri naik 21,6% menjadi Rp 14,6 triliun, BRI tumbuh 18% menjadi Rp 17 triliun, dan BNI meningkat 14,9% menjadi Rp 6,7 triliun.

Sementara itu, CIMB Niaga mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi dibandingkan enam bank lainnya, yakni sebesar 38,5% menjadi Rp 2 triliun. Adapun laba bersih BTN terpangkas 6,7% menjadi Rp 936 miliar, sedangkan BTPN Syariah tumbuh 0,2% menjadi Rp 559 miliar.

Ciptadana menilai, NIM tujuh bank yang diriset naik 10 basis points (bps) menjadi 5,9% per April 2023. Sementara itu, biaya dana (cost of fund/CoF) terkendali. “Ke depan, NIM akan terus berekspansi. Sebab, dalam jangka panjang, investor kini berekspektasi suku bunga acuan akan dipangkas, mengingat inflasi mendingin,” tulis Ciptadana.

Ciptadana memprediksi BI7DRR turun menjadi 5,25% pada kuartal IV-2023 dibandingkan posisi saat ini. BRI dan BTN akan diuntungkan oleh kebijakan tersebut. Ciptadana memprediksi pertumbuhan kredit tahun ini mencapai 10%, kendati melambat pada April, menyusul panjangnya libur Lebaran.

Sebab itu, Ciptadana mempertahankan rekomendasi overweight saham perbankan nasional. Katalis penguatan saham ini adalah kinerja keuangan yang berkibar. Broker ini memprediksi laba tujuh bank yang diriset tumbuh 12% tahun 2023.

Ciptadana memilih BBRI dan BBNI sebagai saham pilihan di sektor perbankan nasional, dengan rekomendasi buy dan target harga masing-masing Rp 6.250 dan Rp 11.775. Broker ini juga menyematkan rekomendasi buy BBCA, BMRI, BBTN, BNGA, dan BTPS dengan target harga masing-masing Rp 9.800, Rp 5.850, Rp 1.975, Rp 1.830, dan Rp 2.970.

(Zs/ID)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini