spot_img
Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
spot_img

Trump Klaim Pasukan AS Hancurkan 10 Kapal Iran Penebar Ranjau di Selat Hormuz

KNews.id – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa, 10 Maret 2026 mengatakan, pasukan AS menghancurkan 10 kapal Iran yang digunakan untuk menebar ranjau di Selat Hormuz.

Trump menyatakan kapal-kapal tersebut dihancurkan dalam hitungan menit setelah ia memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya jika tidak menyingkirkan ranjau dari jalur pelayaran tersebut.

- Advertisement -

“Kami telah menyerang dan sepenuhnya menghancurkan 10 kapal atau perahu penebar ranjau yang tidak aktif, dan masih akan ada lagi,” tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, seperti dikutip Anadolu, Rabu, 11 Maret 2026.

Serangan itu terjadi setelah CNN melaporkan bahwa Iran mulai menempatkan ranjau di selat tersebut, dengan pejabat AS mengatakan Teheran menggunakan kapal kecil yang membawa dua hingga tiga ranjau masing-masing.

- Advertisement -

Namun Trump juga menyatakan bahwa AS “tidak memiliki laporan” bahwa Iran benar-benar telah menempatkan ranjau di perairan tersebut.

Ia sebelumnya mengatakan AS akan menggunakan teknologi rudal yang sama seperti yang digunakan untuk menghancurkan kapal penyelundup narkoba di Karibia untuk menargetkan kapal yang mencoba menanam ranjau.

Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman energi penting yang membawa sekitar 20 juta barel minyak setiap hari.

Gangguan terhadap jalur tersebut telah mendorong harga minyak naik sejak serangan AS–Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026.

Trump pada Senin berjanji bahwa selat tersebut akan tetap “aman” dan memperingatkan Iran akan diserang 20 kali lebih keras jika mencoba menghentikan aliran minyak.

Eskalasi di Timur Tengah meningkat sejak United States dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.

- Advertisement -

Setidaknya delapan personel militer AS juga dilaporkan tewas sejak operasi militer tersebut dimulai.

(RD/MTV)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini