spot_img

TPAKD Dorong Inklusi Keuangan untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

KNews.id – Jakarta 25 Mei 2026 – Kegiatan Diskusi Panel Sesi 4 dengan tema “Kebijakan Peningkatan Kapasitas Sektor Riil dalam Memperoleh Akses Produk Keuangan”  sebagai bagian dari rangkaian Economic Leader’s Forum. Forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah, regulator, sektor jasa keuangan, serta pelaku usaha dalam membahas langkah konkret memperkuat ekonomi daerah melalui peningkatan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Keempat narasumber menyampaikan pandangan dan strategi terkait penguatan sektor riil, pengembangan UMKM, peningkatan produktivitas pertanian, serta dukungan kebijakan perdagangan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

- Advertisement -

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. TPAKD dinilai memiliki posisi penting sebagai penghubung antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat dalam memperluas akses terhadap produk serta layanan keuangan formal.

Topik pertama membahas mengenai peningkatan peran TPAKD dalam kegiatan inklusi dan literasi keuangan guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui edukasi keuangan yang masif dan akses pembiayaan yang lebih luas, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif.

- Advertisement -

Selanjutnya, forum membahas kebijakan peningkatan produktivitas pertanian dan dukungan sektor jasa keuangan dalam mewujudkan ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pertanian dianggap sebagai salah satu sektor strategis yang memerlukan dukungan pembiayaan, asuransi pertanian, dan akses permodalan agar produktivitas petani dapat meningkat secara optimal.

Pembahasan berikutnya menyoroti peningkatan peran dan kapabilitas UMKM melalui akses produk keuangan sebagai poros pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa UMKM membutuhkan dukungan berupa kredit usaha rakyat (KUR), digitalisasi sistem pembayaran, pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Selain itu, forum juga membahas penguatan kebijakan perdagangan dalam mendukung ekosistem pengembangan ekonomi daerah. Kebijakan perdagangan yang adaptif dan kolaboratif dinilai mampu menciptakan iklim usaha yang sehat serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif selama 60 menit. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara langsung mengenai tantangan dan solusi dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

Di akhir acara, moderator menyampaikan rangkuman hasil diskusi (wrap up) yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor jasa keuangan, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang kuat dan inklusif. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh narasumber dan peserta forum.

Melalui pelaksanaan Diskusi Panel Sesi 4 ini, diharapkan tercipta langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas sektor riil, memperluas akses produk keuangan, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

- Advertisement -

(FHD/OJK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini