spot_img
Minggu, Juli 14, 2024
spot_img

Tol IKN Disetujui Masyarakat: Pemerintah Pusat Persiapkan Uang Ganti Kerugian (UGK)

KNews.id – Nusantara – Proyek Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 1 yang menghubungkan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) diklaim telah disetujui masyarakat.

Kepala Biro Pemerintahan, Perbatasan dan Otonomi Daerah (PPOD) Setdaprov Kaltim Siti Sugianti mengungkapkan hal itu. Menurut Siti, sebelumnya pertemuan dan konsultansi publik dengan masyarakat sudah digelar dua kali. Pertemuan ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakay (PUPR), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan, akademisi, lembaga swasdaya masyarakat, dan masyarakat.

- Advertisement -

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas lahan sebanyak 250 bidang sudah siap untuk ditetapkan dalam penentuan lokasi (penlok). “Panjang jalan tol ini 7,6 kilometer. Penlok sedang diproses, dan kami sudah dua kali pertemuan. Ada pertemuan lanjutan dengan Kementerian PUPR lahan yang sudah siap dipenlok dan tidak bermasalah 250 bidang,” ungkap Siti.

Penlok ini akan dilakukan secara bertahap sebanyak dua sesi. Namun demikian, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik menegaskan, hal penting dari langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam pengadaan lahan ini adalah persetujuan masyarakat.

“Uang Ganti Kerugian (UGK) sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Pusat. Kami memastikan persetujuan masyarakat. Setelah melalui proses komunikasi, mereka tidak ada yang menolak. Alhamdulillah 100 persen mendukung,” tambah Akmal.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga menargetkan Tol IKN Seksi 1 Bandara SAMS Sepinggan-Tol Balsam ini rampung pada 2025. “Kalau mungkin, 2025,” kata Danis.

- Advertisement -

Jalan Tol IKN Seksi 1 Bandara Sepinggan-Tol Balsam ini masuk ke dalam tahapan pembangunan IKN Batch 3. Saat ini, jalan bebas hambatan berbayar itersebut tengah dilelang dengan nilai sebesar Rp 3,8 triliun yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024-2025.

Pembangunan dilaksanakan selama 510 hari kalender. Proyek tersebut sebelumnya telah dilelang pada awal bulan Juni 2024, namun gagal.

(NS/Kmp)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini