spot_img

Tifauzia Tyassuma Soroti Pernyataan Joko Widodo soal MBS dan MBZ, Picu Perdebatan

KNews.id – Jakarta – Sosok yang kerap mengkritisi isu publik, Tifauzia Tyassuma, kembali menjadi sorotan. Kali ini, perempuan yang akrab disapa Dokter Tifa itu menyoroti pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terkait penyebutan tokoh dari Timur Tengah.

Melalui unggahannya di platform X pada Selasa (8/4/2026), Dokter Tifa mempertanyakan pernyataan yang menyebut sosok “MBS” sebagai penguasa Uni Emirat Arab (UEA). Dalam pernyataannya, ia menilai ada kekeliruan dalam penyebutan tersebut.

- Advertisement -

Dokter Tifa menegaskan bahwa MBS merupakan singkatan dari Mohammed bin Salman, yang diketahui menjabat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi, bukan pemimpin Uni Emirat Arab.

Menurutnya, sosok yang seharusnya dimaksud sebagai pemimpin UEA adalah Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang juga dikenal dengan singkatan MBZ. Sorotan ini pun menambah perbincangan di media sosial, terutama di kalangan warganet yang ikut membahas perbedaan antara kedua tokoh penting di kawasan Timur Tengah tersebut.

- Advertisement -

“Gegayaan sebut nama Penguasa Uni Emirat Arab – UEA

“Kakak saya Yang Mulia MBS”

“MBS atau HRH Muhammad bin Salman Al Saud itu Putra Mahkota KSA atau Kingdom of Saudi Arabia.”

“Kalau Penguasa UEA atau Uni Emirat Arab itu MBZ atau Muhammad bin Zayed Al Nahyan.”

“Walau sama-sama pakai nama Arab tapi itu dua negara yang berbeda!” tulis Dokter Tifa.

Ia pun mempertanyakan secara langsung siapa sosok yang dimaksud Jokowi dalam pernyataan tersebut.

- Advertisement -

“Yang mana Kakakmu? MBS atau MBZ? UEA atau KSA? Wis ngaku-ngaku, salah pisan. Wooo…ndleming,” lanjutnya.

Pengakuan Jokowi disorot

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengaku ada sejumlah hal yang dibahas saat menelepon Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada Rabu (11/3/2026).

Namun, yang menjadi sorotan, Jokowi menyebutkan presiden UEA dengan singkatan MBS bukan MBZ. Padahal, singkatan MBS merupakan kepanjangan dari nama putra Mahkota Saudi Arabia, Muhammad bin Salman Al Saud.

“Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di Uni Emirat Arab, Yang Mulia MBS, saya tanya, ‘Yang Mulia kapan perangnya selesai?’,” kata Jokowi berpidato dalam acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara dikutip dari akun Youtube YOUTUBER NUSANTARA, Sabtu (4/4/2026).

Ditanyakan kepastian itu, Jokowi mengungkap bahwa MBS menjawab bahwa konflik peperangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran tidak bisa diperkirakan kapan akan berakhir.

“Baru mulai itu saya sudah tanya, “kapan perangnya kira-kira selesai?” Dijawab enggak pasti dan enggak jelas,” ujar Jokowi.

Jokowi melanjutkan, ia kembali mengajukan pertanyaan kepada MBS terkait harga minyak yang naik imbas ekskalasi geopolitik di Timur Tengah.

“Kemudian saya bertanya, “Harga minyak ini akan sampai berapa?” Dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit, kalkulasinya sangat sulit sekali,” kata dia.

Setelah menelepon MBS, Jokowi juga mengaku bahwa ia menelepon menteri dan mendapatkan jawaban yang sama.

“Saya ulangi lagi telepon ke menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini,” ucapnya.

“Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perangnya selesai dan kapan harga minyak akan kembali pada harga yang normal kembali,” sambung Jokowi.

Dia meminta masyarakat Indonesia mendoakan agar APBN Indonesia kuat dalam menghadapi guncangan ekonomi akibat eskalasi konflik ini.

“Sehingga kita berdoa bersama agar APBN kita, fiskal kita ini kuat menghadapi guncangan-guncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini,” jelas Jokowi.

(NS/TRB)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini