spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
spot_img

Tentara Israel Stres dan Lakukan Bundir, Mengalami Tekanan Mental Pasca Perang

KNews.id – Tel Aviv, Seorang tentara cadangan militer Israel (IDF), Daniel Edri, dilaporkan mengalami tekanan mental yang berat akibat menyaksikan pembantaian di Jalur Gaza, Palestina. Pria yang berusia 24 tahun itu lantas mengakhiri hidupnya dengan cara sengaja membakar dirinya hingga tewas.

The New Arab mengutip laporan sebuah media berbahasa Ibrani pada Ahad (6/7/2025). Edri bunuh diri usai memarkir mobilnya di kawasan hutan Biriya, dekat Kota Safad, Israel utara. Jasadnya ditemukan tim evakuasi kemarin waktu setempat.

- Advertisement -

Israel Berencana ‘Penjarakan’ Dua Juta Warga Gaza di Rafah Pesantren Sudah Tegas Haramkan Sound Horeg, NU Jatim: Masih Dibahas di Internal Banjir di Perempatan Delta Mas Bekasi Bikin Puluhan Kendaraan Mogok, Jababeka Dikepung Air

Dalam misi IDF sejak 7 Oktober 2023, Edri diketahui terlibat. Ia bertugas mengangkut jenazah para tentara Israel yang tewas di lapangan.

- Advertisement -

The New Arab melaporkan, sebelum mengakhiri nyawanya Edri telah lama menderita gangguan mental yang serius. Menurut seorang koleganya, ia pernah bercerita bahwa dirinya merasa dibayangi oleh “bau banyak mayat” dari Gaza.

“Saya tak kuat lagi dengan itu,” ujar kolega yang anonim ini, menirukan pernyataan mendiang.

Diwawancarai awak media, ibunda Edri meminta Pemerintah Israel agar menghormati jasad putranya. Ia juga meminta IDF agar menyelenggarakan pemakaman militer untuk mendiang. Namun, hingga kini permintaan tersebut urung dikabulkan.

Ibunda Edri menjelaskan, kondisi mental putranya sudah memburuk sejak dua orang kawannya tewas pada Oktober 2023. Anaknya itu kemudian secara sukarela mendaftar sebagai tentara cadangan IDF.

Edri tercatat sempat menjalani dinas dalam waktu lama sebagai personel pendukung tempur di wilayah selatan dan utara Israel. Salah satu tugas utamanya adalah membawa jenazah tentara Israel.

“Ia mengatakan kepadaku bahwa ia melihat kengerian, ia mencium bau jenazah dan melihat mayat-mayat di sepanjang waktu,” tutur ibunya kepada media Israel, dilansir The New Arab, Ahad (6/7/2025).

- Advertisement -

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi putranya terus memburuk meskipun telah berupaya mendapatkan bantuan medis. Kadang-kadang, Edri dilaporkan mengalami ledakan amarah dan merusak apartemennya sendiri. Sang ibu mengaku sering merasa takut Edri akan melukai dirinya sendiri.

Sekitar sepekan sebelum kematiannya, Edri sempat diminta sang ibu agar bersedia dirawat di rumah sakit jiwa. Namun, pihak RS hanya menempatkannya dalam daftar tunggu. The New Arab melaporkan, hingga awal tahun 2025 otoritas Israel menyebutkan, lebih dari 100 ribu warga Israel mengalami “gangguan psikologis” yang terkait dengan operasi militer IDF di Jalur Gaza.

Oren Helman, kepala asosiasi Kesher yang mendampingi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, mengatakan kepada media Yedioth Ahronoth. Sekitar 67 ribu orang Israel mengalami gangguan mental sejak 7 Oktober 2023. Helman dengan tegas menyalahkan peningkatan beban psikologis tersebut pada “kegagalan rezim Netanyahu.”

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini