Lonjakan berikutnya adalah giro dan setara kas lainnya. Pada 18 April 2013, Perry menyatakan memiliki Rp178,98 juta dan US$ 52.940 harta dalam bentuk tunai, kemudian meroket menjadi Rp 2,61 miliar dan US$ 29.126 pada dua tahun kemudian.
Dengan demikian, total harta Perry menjadi Rp13,36 miliar per April 2015, dikurangi utang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 899,24 juta, sehingga harta bersih Perry menjadi senilai Rp12,46 miliar dan US$ 29.126. (Ach/Cnbcind)




