spot_img

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Melalui program BISA PandAI Numerasi, TelkomGroup memperkuat kapasitas guru dan mendorong pembelajaran interaktif di Kabupaten Lebak, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Tual

KNews.id – Banten, 22 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Tanggung Jawab  Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan BISA PandAI Numerasi untuk memperkuat pembelajaran  matematika dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di 100 sekolah dasar wilayah  Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program ini menjangkau Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten  Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat; dan Kota Tual, Maluku, melalui penguatan kompetensi guru,  penyediaan perangkat pembelajaran, serta pendampingan metode belajar yang interaktif dan aplikatif.

- Advertisement -

Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi  minimum numerasi meningkat dari 39,04% pada 2022 menjadi 52,48% pada 2024. Meski menunjukkan  kemajuan, capaian ini menegaskan pentingnya penguatan numerasi secara berkelanjutan sebagai fondasi  kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah siswa.

BISA PandAI Numerasi merupakan bagian dari program TJSL TelkomGroup dalam payung Bersama Jadi  BISA.

- Advertisement -

Inisiatif ini mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan guru, perangkat pembelajaran numerasi dan STEM, serta praktik belajar yang mendorong siswa memahami konsep matematika melalui  pengalaman langsung. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap  matematika dan sains sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah sejak dini.

Program ini diluncurkan melalui kegiatan kick-off secara hybrid yang terpusat di Plasa Telkom  Rangkasbitung, Banten, dan diikuti secara daring oleh para pendidik di Kota Tual serta Kabupaten Lombok  Utara. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, serta Prof.  Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., selaku Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah  Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru.

Willy Saelan menyampaikan bahwa penguatan numerasi dan STEM merupakan bagian penting dalam  menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan  masa depan.

“Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi yang memberikan  dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui BISA PandAI Numerasi, kami  tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan  mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Kami meyakini penguatan numerasi sejak dini  merupakan fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan  mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi masa depan digital,” ujar Willy.

Prof. Maila Dinia Husni Rahiem mengapresiasi inisiatif TelkomGroup yang mengintegrasikan pelatihan  numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Menurutnya, penguatan  kompetensi guru perlu diikuti perubahan praktik pembelajaran dan evaluasi perkembangan kemampuan  siswa agar program memberikan dampak nyata.

“Saya mengapresiasi Program BISA PandAI yang memadukan pelatihan numerasi dan STEM dengan  pendampingan serta praktik langsung di kelas. Kami berharap keberhasilan program ini tidak hanya diukur  dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan praktik pembelajaran dan  perkembangan kemampuan murid. Semoga inisiatif ini menjadi praktik baik yang dapat diterapkan di lebih  banyak sekolah,” ujar Maila.

- Advertisement -

BISA PandAI Numerasi dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Program diawali dengan  pengenalan inisiatif dan penguatan kapasitas guru selama 17 hari melalui Training of Trainers (ToT),  dilanjutkan penerapan metode pembelajaran di kelas selama dua bulan. Pada minggu ke-12, STEM  Challenge Day menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran serta proyek  berbasis STEM. Program kemudian dilanjutkan melalui Teacher Champion, yang mendorong guru berbagi  praktik baik dan memperluas penerapan metode pembelajaran inovatif. Untuk mendukung proses  tersebut, TelkomGroup menyediakan STEM lab kit bagi sekolah peserta agar siswa dapat mengeksplorasi  konsep melalui kegiatan praktis dan proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi TelkomGroup, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang terlibat dan  perangkat pembelajaran yang disalurkan, tetapi juga dari pemanfaatan sarana, peningkatan kompetensi  guru, serta perkembangan kemampuan numerasi siswa. Karena itu, pendampingan implementasi dan  evaluasi dampak menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program berkelanjutan.

Melalui BISA PandAI Numerasi, TelkomGroup memperkuat kontribusinya dalam pemerataan akses  terhadap pendidikan berkualitas, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4: Pendidikan  Berkualitas. Berlandaskan semangat Bersama Jadi BISA, TelkomGroup berkomitmen menghadirkan  inisiatif pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, berinovasi, dan berkembang.

(FHD/TLKM)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini