spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
spot_img

Telkom Dukung Restorasi Pesisir Lombok Utara Lewat Penanaman 10.000 Bibit Mangrove

Telkom turut melibatkan warga lokal sejak tahap pembibitan hingga pemantauan rutin, sekaligus memberikan edukasi lingkungan hidup agar dapat menjaga kawasan masyarakat mangrove secara mandiri dan berkelanjutan.

KNews.id – Jakarta, Lombok Utara, 16 Juni 2025 – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap kerinduan ( Environmental, Social, Governance /ESG) pada pilar lingkungan, serta adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melaksanakan program pemulihan ekosistem pesisir penanaman melalui 10.000 bibit mangrove jenis Avicennia Marina di kawasan terdampak abrasi Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

- Advertisement -

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Telkom dalam mendukung agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, tujuan ke-14 tentang konservasi ekosistem laut dan pesisir, serta tujuan ke-15 tentang perlindungan ekosistem daratan. Tujuan ketiga tersebut mencerminkan pentingnya upaya kolektif dalam merawat bumi, menjaga keseimbangan alam, dan memastikan keberlangsungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Kegiatan penanaman yang berlangsung pada bulan Mei 2025 ini dilandasi oleh hasil survei lapangan yang mengungkap bahwa luas wilayah abrasi di lokasi tersebut mencapai sekitar 2,5 hektar. Ketika air laut pasang, kawasan organisasi di sekitar daerah tersebut berada dalam risiko tinggi terhadap banjir rob dan erosi garis pantai, terutama karena Lombok Utara tergolong sebagai kawasan rawan gempa dan tsunami akibat tidak aktifnya Flores Back Arc Thrust , sebagaimana disampaikan oleh BBMKG Wilayah III Denpasar.

- Advertisement -

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak bencana. “Kami percaya bahwa menjaga ekosistem pesisir bukan hanya tanggung jawab ekologis, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa inisiatif korporasi dapat berkontribusi secara langsung terhadap target-target SDGs, khususnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan darat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami terhadap abrasi, penyerap emisi karbon, penyaring polusi udara laut, sekaligus habitat penting bagi berbagai jenis biota laut. Untuk itu, metode yang digunakan dalam program ini dirancang agar efektif dan ramah lingkungan, yakni dengan teknik penanaman rumpun jarak serta pendekatan Pelindung Tanaman dari Sampah (PTS) yang berfungsi menjaga bibit dari gelombang dan polusi laut.

Lebih dari sekedar penanaman pohon, program ini juga menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses restorasi. Telkom melibatkan warga lokal sejak tahap pembibitan hingga pemantauan rutin, sekaligus memberikan edukasi lingkungan hidup agar masyarakat dapat menjaga kawasan mangrove secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, Telkom tidak hanya memperkuat ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim dan abrasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara sosial dan ekonomi. Inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia usaha, masyarakat, dan lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau dan inklusif.

(FHD/TLKM)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini