KNews.id-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk mengimplementasikan sustainable finance (Keuangan Berkelanjutan) secara menyeluruh sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, serta mematuhi arahan Otoritas Jasa Keuangan khususnya POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan.
Salah satu upaya yang BNI Lakukan dengan mengembangkan praktik usaha berkelanjutan sejalan dengan agenda global. BNI mulai proaktif memperkenalkan sustainability linked loan (SLL), di mana salah satu aspek utama SLL adalah pemberian insentif bagi nasabah untuk memperbaiki aspek ESG dalam bisnis mereka.
Sepanjang tahun 2022, BNI telah menyalurkan SLL sebesar USD 355 juta atau ekuivalen Rp 5,3 triliun. Pembiayaan itu disalurkan kepada debitur top tier di sektor industri prioritas, seperti fast-moving consumer goods dan manufaktur.




