spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Syarat Aman Dari Dokter, Pasien Gangguan Irama Jantung Ingin Puasa

KNews.id – Jakarta 17 Februari 2026 – Bagi banyak penderita gangguan irama jantung atau aritmia, datangnya bulan Ramadhan sering kali memicu dilema antara keinginan menjalankan ibadah dan kekhawatiran akan kondisi kesehatan. Namun, para ahli jantung kini memberikan angin segar dengan menegaskan bahwa penyakit jantung bukan berarti penghalang untuk berpuasa.

Selama kondisi pasien berada dalam status stabil dan tetap disiplin mengikuti arahan medis, menjalankan ibadah di bulan suci ini justru bisa dilakukan dengan aman dan tenang tanpa harus mengorbankan keselamatan diri. Pasien dengan gangguan irama jantung aman berpuasa selama kondisinya terkontrol dan tetap minum obat.

- Advertisement -

“Secara langsung, puasa tidak berbahaya bagi pasien gangguan irama jantung,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA usai konferensi pers Pulse Day 2026 bertajuk “Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat” di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, pada pekan lalu.

Anggota Perhimpunan Aritmia Indonesia (PERITMI) itu mengatakan kasus gangguan ritme jantung sering berkaitan dengan gaya hidup dan berpuasa bisa membantu upaya perbaikan gaya hidup, termasuk pengaturan pola makan. Dia juga menyampaikan bahwa sebagian besar pasien gangguan irama jantung tidak memerlukan perlakuan khusus saat berpuasa.

- Advertisement -

“Prinsipnya obat tetap dikonsumsi dengan dosis yang sama. Jika obat diminum tiga kali sehari, jadwalnya bisa diatur saat buka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur,” kata dia.

Dokter Ardian mengemukakan bahwa pasien dengan gangguan jantung perlu menghindari makan berlebihan saat berbuka puasa. “Setelah puasa seharian, kadang asupan justru berlebihan. Itu bisa menjadi pemicu kekambuhan pada penyakit jantung tertentu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua pasien jantung aman berpuasa, jadi lebih baik berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Pasien jantung dengan kondisi tertentu seperti pasien gagal jantung stadium lanjut dan pasien dengan penyakit jantung bawaan berat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa.

“Pasien yang sangat bergantung pada obat rutin dan pembatasan cairan, serta beberapa kelainan jantung bawaan tertentu, harus memastikan dulu ke dokter apakah aman untuk berpuasa,” kata dr Ardian.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini