spot_img
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Sri Mulyani Minta Persetujuan Penambahan Pemanfaatan Sisa Anggaran Lebih Rp 100 Triliun ke Badan Anggaran DPR

KNews.id – Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta persetujuan untuk menambah pemanfaatan Sisa Anggaran Lebih sebesar Rp 100 triliun kepada Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Permintaan ini disampaikan untuk menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diproyeksi melebar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit APBN hingga akhir tahun ini diproyeksi mencapai Rp 609,7 triliun. Angka itu lebih tinggi Rp 80,8 triliun dari yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2024, yakni sebesar Rp 522,8 triliun. Untuk menutupi defisit yang lebih tinggi dari rencana itu, pemerintah akan memaksimalkan instrumen pembiayaan non utang, yakni melalui SAL yang merupakan cadangan pemerintah. Dengan demikian, pemerintah dapat meminimalisir pembiayaan yang berasal dari utang.

- Advertisement -

“(Defisit) akan dibiayai melalui tambahan penggunaan SAL Rp 100 triliun dan penerbitan SBN tetap lebih rendah,” kata dia, dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta. Lebih lanjut bendahara negara bilang, penerbitan SBN rencananya akan lebih rendah Rp 214,6 triliun, dari pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 666,4 triliun.

Pemerintah bakal mengandalkan SAL yang merupakan hasil dari pelaksanaan APBN tahun-tahun sebelumnya. “Inilah mengapa tahun 2022-2023 waktu kami mampu mengumpulkan SAL cukup besar dipakai pada saat situasi seperti sekarang,” kata Sri Mulyani. “Saat suku bung dunia tinggi, rupiah mengalami tekanan, kami bisa menjaga agar SBN tidak diisue lebih banyak,” sambungnya.

Pemerintah pun meminta restu kepada DPR untuk menambah pemanfaatan SAL sebesar Rp 100 triliun. Permintaan itu merupakan tambahan dari alokasi pemanfaatan SAL yang sudah ditetapkan sebesar Rp 51 triliun. “Hal ini akan bermanfaat sehingga kita tidak perlu masuk ke market terlalu besar dan bisa menjaga kinerja dari SBN pemerintah,” tutur Sri Mulyani.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyebutkan, Banggar siap membahas rencana penambahan pemanfaatan SAL untuk menutupi defisit anggaran yang melebar. Said menyadari, pelebaran defisit tidak terlepas dari dampak ketidakpastian global yang terjadi sejak awal tahun. “Mau tidak mau kami menyiapkan diri jika pemerintah memerlukan tambahan dari SAL,” ucapnya.

- Advertisement -

(NS/Kmps)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini