“Kami melihat, tingginya CASA juga sangat bantu jaga biaya dana atau Cost of Fund (CoF) di tengah kenaikan suku bunga acuan. Sisi lain sebagai bank wholesale, sebagian besar portofolio bank mandiri adalah variabel rate yang artinya kami akan mengikuti suku bunga acuan seperti JIBOR,” jelasnya.
Sehingga Bank Mandiri melihat yield of loan akan tetap naik, sehingga ada potensi kenaikan rasio pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) di 2023. Dari sisi likuiditas, Bank Mandiri melihat loan to deposit ratio (LDR) sedikit meningkat dibandingkan 2022.




