KNews.id – Jakarta – Mantan Manajer Key Account Customer PT Pertamina International Shipping (PIS), Temmy Bernandi, mengakui ada sejumlah pertemuan di Hotel Pullman Bandung berkaitan dengan pengadaan impor minyak. Hal itu ia sampaikan saat jaksa menghadirkannya sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 10 Februari 2026.
Jaksa menduga pertemuan itu berkaitan dengan manipulasi pengadaan impor minyak mentah. Jaksa menemukan percakapan di grup WhatsApp dengan nama Garda Kencana yang membuktikan Dimas Werhaspati membuka kamar di Hotel Pullman. Pemesanan kamar itu terjadi di hari yang sama saat PT PIS dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melakukan focus group discussion (FGD) yang membahas tender kapalnya pada 3 Agustus 2023. Dimas Werhaspati merupakan Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara yang kini menjadi terdakwa.
“Saudara ikut di pertemuan di Hotel Pullman?” tanya jaksa kepada Timmy. Jaksa juga menanyakan apakah dia ikut menginap di hotel tersebut.
Timmy mengaku hadir dalam pertemuan itu dan menginap hingga 4 Agustus 2023. Ia mengatakan pertemuan terkait pengadaan impor minyak mentah ini sebetulnya dilakukan beberapa kali di Jakarta dan Bandung.
Namun, menurut Timmy, pertemuan pada 3 Agustus masih membahas soal kesepakatan harga. “Jadi untuk pengadaan ini saya tidak tahu,” ujar Timmy. Dia mengaku tidak tahu kapal dari PT Jenggala Maritim Nusantara dinominasikan untuk pengadaan di PT PIS.
Jaksa pun menyoroti keterangan Timmy dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebut Arief Sukmara, Direktur Niaga PT PIS, menyarankan agar ia menghapus percakapan. Jaksa menanyakan apakah Timmy mengetahui alasan dari permintaan itu. Timmy mengaku tidak mengetahui alasannya.
Jaksa lantas mencecar soal percakapan apa dan dengan siapa yang diminta untuk dihapus. Namun, Timmy menjawab singkat bahwa tidak ada percakapan tertentu yang dimaksud. “Kalau disuruh hapus, berarti ada percakapan, dong, Pak. Antara siapa dan siapa?” tanya jaksa.
Timmy menjelaskan saat itu ia merasa khawatir karena sejumlah pejabat telah ditangkap. Menurut dia, penghapusan percakapan dilakukan atas saran Arief Sukmara karena kekhawatiran tersebut, bukan karena merujuk pada percakapan tertentu.
Dalam persidangan sebelumnya, jaksa mengungkap isi percakapan di grup Garda Kencana yang memperlihatkan Dimas memesan kamar Presidential Suite di Hotel Pullman Bandung lengkap dengan connecting room pada 1 Agustus 2023. Ia mengirim pesan mengenai reservasi makan malam di Gijon Steakhouse yang berjarak sekitar 200 meter dari hotel tersebut.
Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Dimas Werhaspati bersama Arief Sukmara, Agus Purwono, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnando, dan Indra Putra diduga terlibat dalam perkara korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.
Mereka disebut mengatur proses pengadaan sewa kapal tanker gas berkapasitas besar atau Very Large Gas Carrier (VLGC) untuk pengangkutan minyak mentah Escravos Laycan pada 3–4 Januari 2023. Perbuatan tersebut diduga menguntungkan Sahara Energy International Pte. Ltd serta menimbulkan kerugian negara sebesar US$1.234.288.




