KNews.id – Jakarta – Kebiasaan duduk terlalu lama kini menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, terutama pekerja kantoran, pelajar, dan masyarakat yang menghabiskan waktu di depan komputer. Meski terlihat tidak melelahkan, kebiasaan kurang bergerak dapat berdampak pada kesehatan apabila berlangsung terus-menerus.
Duduk dalam waktu lama tanpa diselingi aktivitas fisik dapat membuat tubuh kurang aktif dan mengurangi jumlah energi yang digunakan. Dalam jangka panjang, gaya hidup sedentari atau kurang bergerak dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk memperhatikan durasi duduk sekaligus membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Dampak Duduk Terlalu Lama bagi Tubuh
Salah satu dampak yang sering dirasakan akibat duduk terlalu lama adalah nyeri pada punggung, leher, dan bahu. Posisi duduk yang kurang ergonomis, ditambah kebiasaan menunduk saat melihat layar, dapat memberikan tekanan berlebih pada bagian tubuh tertentu.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi kebugaran otot dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan apabila tidak diimbangi pola makan yang sesuai kebutuhan.
Gaya hidup sedentari juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Meski demikian, risiko tersebut dipengaruhi berbagai faktor, seperti pola makan, usia, kondisi kesehatan, kebiasaan merokok, dan tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan.
Cara Mengurangi Dampak Duduk Terlalu Lama
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk mengurangi kebiasaan duduk berkepanjangan.
1. Berdiri dan bergerak secara berkala
Usahakan menyelingi waktu duduk dengan berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan. Pengingat setiap 30–60 menit dapat membantu membangun kebiasaan tersebut.
2. Rutin melakukan aktivitas fisik
Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga lain sesuai kemampuan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Orang dewasa umumnya dianjurkan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu.
3. Memperbaiki posisi duduk
Gunakan kursi yang menopang punggung dengan baik. Atur tinggi meja dan layar agar posisi tubuh lebih nyaman, serta usahakan kaki dapat menapak dengan stabil.
4. Memanfaatkan aktivitas sehari-hari
Pilih tangga daripada lift jika memungkinkan, berjalan kaki saat melakukan perjalanan singkat, atau berdiri ketika menerima panggilan telepon. Aktivitas ringan yang dilakukan berulang kali dapat membantu mengurangi waktu tidak aktif.
5. Menjaga keseimbangan pola hidup
Selain meningkatkan aktivitas fisik, masyarakat perlu menjaga pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan memenuhi kebutuhan cairan. Kombinasi kebiasaan tersebut mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pentingnya Menjaga Aktivitas di Tengah Kesibukan
Pekerjaan dan kegiatan belajar sering kali membuat seseorang sulit menghindari duduk dalam waktu lama. Namun, perubahan kecil dalam rutinitas dapat membantu mengurangi waktu tidak aktif tanpa harus mengganggu produktivitas.
Masyarakat dapat memulai dengan memasang pengingat untuk berdiri, berjalan sebentar saat istirahat, atau menyempatkan diri melakukan peregangan di sela pekerjaan.
Konsistensi menjadi hal penting dalam membangun gaya hidup yang lebih aktif. Dengan mengurangi waktu duduk berkepanjangan dan meningkatkan aktivitas fisik, masyarakat dapat membantu menjaga kebugaran serta menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Apabila nyeri punggung atau keluhan lainnya berlangsung terus-menerus, semakin parah, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
(RD)






