KNews.id – Jakarta – Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah menjadi duka mendalam bagi umat Islam. Rasulullah SAW berpulang ke haribaan Ilahi meninggalkan dua warisan besar berupa Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman umatnya hingga kiamat nanti.
Namun, ujian besar tampak di depan mata. Sepeninggalan Rasulullah SAW, umat Islam mengalami kekosongan pemimpin.
Aisyah menggambarkan kondisi kaum muslimin kala itu bak sekawanan domba yang kehujanan di malam yang dingin.
Diceritakan dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam mengacu perkataan Ibnu Ishaq dari Aisyah RA, kemunafikan tampak jelas, orang-orang Arab kembali murtad sementara orang-orang Yahudi dan Nasrani sudah mengintai untuk menggulingkan kaum muslimin.
“Tatkala Rasulullah wafat, orang-orang Arab ada yang kembali murtad, orang-orang Yahudi dan Nasrani mengintai untuk melakukan penggulingan, kemunafikan tampak jelas, dan kaum muslimin menjadi seperti sekawanan domba yang kehujanan di malam dingin yang menggiris di musim dingin karena kehilangan Nabi mereka, setelah itu Allah menghimpun mereka melalui Abu Bakar,” kata Aisyah RA.
Para ulama seperti Abu Ubaidah dan lainnya mengatakan hampir mayoritas penduduk Makkah ingin kembali kafir setelah Rasulullah SAW wafat. Sampai-sampai Gubernur Makkah Attab bin Asid khawatir dan bersembunyi dari mereka.
Suhail bin Amr RA, pembesar Quraisy yang menjadi sahabat nabi, turut menceritakan wafatnya Rasulullah SAW seraya berkata, “Sesungguhnya hal ini malah semakin menambah kekuatan Islam. Oleh karena itu, bila ada yang murtad maka kami tidak segan-segan untuk menghabisi mereka.”
Suhail RA dikenal sebagai orator ulung, fasih berbicara, dan memiliki kemampuan diplomasi yang kuat. Dulu dia menjadi penentang Nabi Muhammad SAW sebelum akhirnya masuk Islam saat peristiwa Fathu Makkah (Penaklukan Makkah). Rasulullah SAW pernah mendoakan Suhail RA berada di tempat yang mulia.
Beruntung penduduk Makkah segera tersadar dan tidak jadi kembali pada kekafiran yang lebih luas. Setelah itu, Attab bin Asid muncul lagi ke tengah publik.
Allah SWT kemudian menyatukan umat Islam di bawah komando Abu Bakar ash-Shiddiq RA. Isyarat terpilihnya Abu Bakar RA sebagai khalifah pertama sepeninggalan Rasulullah SAW terlihat menjelang wafatnya sang Rasul. Kala itu, Rasulullah SAW menunjuk Abu Bakar RA menggantikan beliau menjadi imam salat.
“Beritahukan orang-orang untuk segera mengangkat Abu Bakar sebagai imam salat bagi kaum muslimin,” sabda Rasulullah SAW tatkala sakitnya bertambah parah, diriwayatkan Aisyah RA.
Menurut catatan Ibnu Ishaq, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dipilih secara aklamasi oleh mayoritas Muhajirin dan Anshar sebagai pengganti Rasulullah SAW. Abu Bakar RA dilantik dan dibaiat menjadi khalifah di saqifah Bani Saidah, lalu duduk di atas mimbar pada keesokan harinya. Setelah itu, Umar bin Khattab RA menyampaikan pidato pengantar.
Pidato Pertama Abu Bakar Setelah Menjadi Khalifah
Setelah resmi menjadi khalifah, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menyampaikan pidato yang menyejukkan hati, membawa kedamaian, dan merangkul semua umat Islam. Dia mengawali ucapannya dengan memuji Allah SWT dan menyanjung-Nya. Di akhir pidatonya, dia minta umat Islam menaatinya sepanjang dalam kebaikan.
Amma ba’du. Wahai manusia, kalian lah yang telah memutuskan untuk memilihku menjadi pemimpin kalian, namun aku bukanlah orang terbaik di tengah kalian semua.
Oleh karena itu jika aku berbuat yang benar maka tak ada alasan bagi kalian kecuali mendukungku. Jika aku berbuat salah maka segera luruskanlah aku.
Berbicara yang benar adalah amanah dan bicara dusta adalah khianat. Orang yang lemah di tengah kalian bagiku dia adalah orang yang kuat di sisiku hingga aku berikan haknya insyaallah dan orang kuat di tengah kalian bagiku dia hanyalah orang lemah di sisiku hingga aku mengambil hak darinya insyaallah.
Bila sampai ada suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka.
Begitu pula seandainya perbuatan zina merebak di sebuah kaum, maka Allah akan menimpakan prahara dan bencana di tengah mereka.
Sepanjang aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka taatlah kalian kepadaku. Dan tidak ada kewajiban bagi kalian taat kepadaku jika kalian menemukan aku bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Tegakkanlah salat, mudah-mudahan Allah memberi rahmat pada kalian.






