spot_img

Semakin Kritis Barang Sample pun Ada Pajak, Petugas Bea Cukai Menetapkan Nilai Pajak Kepada Penumpang

KNews.id – Di Terminal kedatangan bandara Internasional Soekarno Hatta, tampak seorang pria menjalani pemeriksaan barang bawaan. Saat Petugas bea cukai hendak membuka barang yang ia bawa, penumpang yang baru mendarat dari luar negeri itu melarang menyentuh.

Pria itu menjelaskan bahwa barang yang ia merupakan barang sampel untuk tes, sehingga kalau dibuka bisa mengalami perubahan.

- Advertisement -

“Ini gak boleh dibuka, karena ini dari PPBM untuk tes sample, didalamnya ada lampu kalau dibuka bisa berubah,” kata pria itu seperti dikutip Selasa 14 Mei 2024.

Penumpang tersebut lalu menyerahkan satu lembar kertas kepada petugas, yang isinya adalah dokumen penjelasan dari barang yang dibawa. Petugas lalu menjawab bahwa ia hanya ingin memeriksa kemasan saja, memastikan barang sesuai dengan dokumen tersebut.

- Advertisement -

Setelah diperiksa ternyata petugas tidak menemukan packing dokumen secara lengkap, sehingga ia meminta invoice dan packing list dari barang. Penumpang menegaskan bahwa barang yang dibawa itu bukan untuk dijual, sehingga menurutnya tidak membutuhkan invoice maupun packing list.

“Ini hanya sampel bukan dijual, makanya nggak usah packing list, nggak usah invoice,” jawab si penumpang.

Karena tidak ada invoice dan packing list, si penumpang diarahkan ke kantor PDTT untuk menentukan jumlah dan nilai barang bawaan.

Di ruang PDTT, petugas yang lain menjelaskan bahwa meskipun barang merupakan sampel test tetap ada value yang dihitung.

“Kita bener-bener merk SNI untuk Indonesia maju, tapi kamu meminta pajak ini untuk sampel tes, bagaimana Indonesia bisa maju? ucap Pria itu dengan nada membentak

“SNI kamu tahu apa kan? safety ya? betul kan? nah kita safety masuk kesini untuk government test, ‘oh barang ini aman’, untuk tes,” lanjutnya.

- Advertisement -

Petugas kemudian mengatakan bahwa semua barang sampel juga memiliki yang namanya harga dan nilai.

“Tes ada harganya nggak? kalau sampel, pengertian sampel itu kalau sepatu bapak harus bolongin,” jelas petugas.

“Semua juga ada harga, pokoknya kita bukan jual, tas saya ada harga, baju saya ada harga, semua ada harga, semua kena pajak?” jawab penumpang lagi.

Setelah berdebat cukup panas, Petugas bea cukai kemudian menetapkan nilai pajak dari barang tersebut, dan pada akhirnya si penumpang pun membayarnya.

(Zs/Hop)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini