KNews.id – Jakarta – Seorang saksi mata sekaligus penumpang KRL, Yandri, mengungkapkan detik-detik terjadinya tabrakan antara KRL dan kereta api jarak jauh di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Yandri mengatakan, sebelum kejadian, kereta yang ditumpanginya sempat didahului oleh kereta lain sekitar 15 menit lebih awal.
“Jadi tadi kereta mendahului kereta saya sekitar 15 menit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 19.30 WIB, KRL yang berada di lokasi sempat berhenti cukup lama. Tidak lama kemudian, kereta api jarak jauh datang dari arah belakang.
“Setengah delapan kereta datang, berhenti agak lama, kemudian menyusul kereta jarak jauh,” kata dia.
Menurutnya, tabrakan terjadi dengan sangat keras hingga menimbulkan suara keras seperti ledakan.
“Tabrakan kencang, kereta menabrak gerbong perempuan. Kencang sekali,” ungkapnya.
Benturan Sangat Kencang
Ia juga menyebutkan, setelah benturan terjadi, muncul asap tebal dari rangkaian kereta dan suasana langsung gelap.
“Kereta langsung berasap seperti tabrakan besar. Suaranya seperti bom, kencang sekali. Lampu langsung mati di kereta itu,” tambah Yandri.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh petugas di lokasi kejadian.




