spot_img
Jumat, April 12, 2024
spot_img

Saham BSI Laris Manis, Tahun Ini akan Menjadi BUMN!

KNews – Saham BSI laris manis, tahun ini bakal jadi BUMN. Rencana PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menjadi BUMN mendapat respons positif dari pelaku pasar. Saham bank tersebut diminati investor asing.

Kemarin, saham BRIS-kode BSI mengalami kenaikan sejak awal pembukaan. Saham BRIS naik 10 poin atau sekitar 0,60 persen ke level Rp 1.680 per lembar saham.

- Advertisement -

Saham BRIS dibuka pada angka Rp 1.670, dengan nilai tertinggi hingga Rp 1.695 dan level terendah di angka Rp 1.670 per lembar saham.

Mengacu data Indo Premier Sekuritas, sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) saham BRIS telah diperjualbelikan investor dengan nilai Rp 1,74 triliun. Saat ini lalu lintas transaksi saham BRIS terbilang baik.

- Advertisement -

“BRIS cukup laku di kalangan investor asing, meski rasionya tidak besar. Rekapitulasi net buy asing sebesar Rp 81,81 miliar ytd per penutupan Rabu (9/3) pekan lalu,” ucap Pendiri Syariah Saham Asep Muhammad Saepul Islam di Jakarta, kemarin.

Ia menilai, status bank BUMN yang akan disandang BSI memberikan keuntungan untuk bank ini. Investor melihat fleksibilitas BSI untuk mempertebal permodalan.

- Advertisement -

“Apalagi kalau BSI kemudian dapat membuktikan dapat mengelola modal dengan sangat baik untuk meningkatkan profitabilitas,” kata Asep.

Ia menjelaskan, jika menarik data dari awal tahun ini, saham BRIS dalam tren naik. Akan tetapi harganya masih diuji pada level Rp 1.805 per saham. Dari sisi grafik, harga rata-rata setahun BRIS adalah Rp 1.895 per saham.

BRIS, kata dia, harus mencapai level Rp 1.900 terlebih dahulu untuk naik lebih jauh. “Kalau itu tembus, boleh jadi itu akan terus naik,” proyeksi Asep.

Sementara itu, pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan, BRIS hanya perlu menunggu apresiasi pasar.

Terlebih, semenjak resmi berdiri pada 1 Februari 2021 BSI mampu menunjukkan kinerja impresif dan melakukan integrasi dengan baik. “BSI pernah sentuh level Rp 2.000an. Artinya harga saat ini masih lebih rendah,” sebutnya.

Investor, menurut Reza, masih menunggu kinerja BRIS pada tahun ini. Apabila bank dapat kembali membukukan pertumbuhan cemerlang, sentimen positif terhadap bank akan semakin kuat.

Hal senada disampaikan oleh President Director of Certified Securities Analyst (CSA) Institute Aria Santoso. Menurutnya, kinerja positif BSI akan mendorong harga saham perseroan ke level Rp 2.000-an.

Di luar dari kinerja perseroan, Aria menilai BSI memiliki prospek bisnis yang terbuka lebar.

Apalagi, fakta menyebutkan Indonesia negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi captive market yang sangat menjanjikan bagi pertumbuhan perseroan.

“Juga rencana Pemerintah memperkuat industri keuangan syariah hingga industri halal nasional akan berpengaruh sebagai peluang meningkatnya aktivitas bisnis dan pertumbuhan nasabah,” tutupnya.

Rencana perubahan status BSI menjadi BUMN ini mencuat pasca Menteri BUMN Erick Thohir mendorong BSI mengakuisisi unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. (RKZ/rm)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini