Anies beranggapan kritik itu bagian dari publik education, selama faktual dan tidak menyebarkan kebohongan serta kebencian. Ia juga menyinggung soal polarisasi akibat adanya perbedaan pilihan politik.
“Polarisasi itu bukan perpecahan. Ada urutannya itu polarisasi, friksi, konflik, pecah. Nah kita itu sering merasa polarisasi itu berarti pecah padahal tidak, kita tuh jangan merasa di sosmed terpolarisasi masyarakat ikut terpolarisasi gak,” ucapnya.
- Advertisement -
Anies juga berpesan kalau tugas pemimpin menjaga agar polarisasi itu tidak ekskalasi menjadi friksi.
“Menjaga tidak menjadi konflik menjaga tidak menjadi perpecahan,” pungkasnya. (Ach/Sr)




