KNews.id – Jakarta, Calon Gubernur (Cagub) Jakarta Pramono Anung mempertanyakan realisasi program ‘khayalan’ oleh Cagub Ridwan Kamil alias Emil, dalam pembangunan Disneyland, di Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) saat menjabat sebagai gubernur Jabar.
Pramono mempertanyakan kepada Emil, di mana sebenarnya Disneyland itu bakal dibangun. “Dulu pas 2021, Kang Emil pernah menyampaikan akan membangun Disneyland di Cikarang. Sekarang Kang Emil ketika menjadi calon gubernur Jakarta, menyampaikan kembali akan membangun Disneyland di Pulau Seribu,” kata Pramono saat debat kedua Pilkada Jakarta 2024, pada Ahad (27/10/2024).
“Sebetulnya, (Disney Land) akan dibangun di mana? Di Cikarang, atau di Pulau Seribu?,” begitu tanya Pramono kepada Emil saat sesi tanya jawab antara kandidat.
Namun, Emil menjawab pertanyaan Pram tersebut dengan realisasi pembangunan Disneyland di Cikarang, yang sudah lewat memang gagal terealisasikan. Akan tetapi, kata Emil, kegagalan tersebut tak patut untuk disalahkan kepadanya. Sebab, kata Emil, dalam realisasi rencana pembangunan tersebut, memang terbentur dengan rencana bisnis yang sulit mendapatkan kesepakatan dengan para pemodal.
Bahkan Emil, mengambil ungkapan Sukarno, yang mengharuskan kepemimpinan memiliki imajinasi. “Banyak kerja banyak catatan. Sedikit kerja sedikit catatan. Tidak ada kerja tidak ada catatan,” kata Emil saat menjawab pertanyaan Pramono.
“Sebaik-baiknya pemimpin, adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan. Walaupun dalam perjalanannya kadang berhasil, kadang gagal. Dan tugas pemimpin adalah berimajinasi. Seburuk-buruknya pemimpin adalah yang hanya mengerjakan apa yang ada tanpa imajinasi. Bung Karno, melahirkan Indonesia oleh daya imajinasi. Indonesia disebut imagine community,” ujar Emil.
“Kalau urusan Disney Land (di Cikarang) itu, kadang-kadang ya dalam political will, tetapi bisnis dealnya, tidak masuk. Tetapi, yang penting itu berusaha. Karena seburuk-buruknya pemimpin adalah yang tidak mau berimajinasi,” kata Emil melanjutkan.
Adapun terkait dengan imajinasinya selama menjadi kontestan Pilkada Jakarta untuk bisa membangun Disney Land di Kepulauan Seribu, pun sama. Emil mengatakan, di Jakarta, pembangunan Disney Land itu bisa lebih konkret. Karena ada wilayahnya, rencana bisnisnya, dan sudah ada permulaannya.
Emil mengambil contoh pembangunan Disney Land melalui peningkatan skala wisata di kawasan Pulau Seribu, termasuk Ancol di Jakarta Utara. Kata Emil wacana tersebut, sudah ada kajiannya untuk Jakarta.
“Saya sudah bertemu dengan beberapa pihak yang mengatakan sangat visible. Sehingga devisa bisa datang atau istilah Indef disebut dengan taman tertutup. Jadi berbayar agar devisa masuk. Kelasnya tidak bisa kelas Ancol lagi.
Maka bahasa ke publik yang mudah disampaikan adalah, naik kelasm dari kelasnya Ancol menjadi kelas dunia. Bahasa destinasi global kelas dunia, seperti universal studio, disney land, global village di Dubai. Itulah yang bahasanya yang dimengerti oleh pihak-pihak internasional,” ujar Emil.






