spot_img

Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik Canggih di Depan Pintu NATO, Targetnya Hancur

KNews.id – Moscow, Kapal perang Admiral Golovko Angkatan Laut Rusia telah menembakkan rudal hipersonik canggih Zircon yang menghancurkan targetnya di Laut Barents, wilayah Arktik yang secara geografis adalah “pintu gerbang” NATO. Manuver ini bagian dari latihan perang berskala besar bernama Zapad 2025.

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Minggu membagikan rekaman video yang menunjukkan pasukannya sedang menguji coba rudal hipersonik Zircon. “Target tersebut hancur oleh serangan langsung,” kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di Telegram beserta rekaman video uji rudal Zircon.

- Advertisement -

Kementeriantersebut mengatakan area uji tembak misil tersebut telah ditutup sebelumnya untuk pesawat dan kapal sipil. Latihan perang Zapad 2025, yang dimulai pada hari Jumat pekan lalu, juga melibatkan sekutu utama Rusia; Belarusia.

Latihan ini dibagi menjadi dua, yakni di Laut Baltik dan Laut Barents.

- Advertisement -

Rusia secara rutin mengadakan latihan perang, tetapi Zapad 2025 dimulai tepat setelah hampir 20 pesawat nirawak Rusia melintasi wilayah Polandia, anggota NATO. Manuver Moskow ini disebut oleh Menteri Luar Negeri Polandia, RadosÅ‚aw Sikorski, sebagai “ujian” bagi aliansi Barat tersebut, sebagaimana dikutip Newsweek, Senin (15/9/2025).

Rudal Zircon, yang terkadang disebut sebagai Tsirkon atau SS-N-33, telah disebut oleh Rusia sebagai misil yang mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer dan mencapai kecepatan Mach 9 atau sembilan kali kecepatan suara.

Rudal ini bernilai strategis terutama karena kecepatannya, menurut organisasi nirlaba Amerika Serikat, Missile Defense Advocacy Alliance.

Para analis Ukraina mengatakan pada Februari 2024 bahwa mereka memiliki bukti Rusia telah menggunakan rudal tersebut dalam pertempuran untuk pertama kalinya. Rusia juga telah menggunakan rudal hipersonik lainnya; Kinzhal di Ukraina.

Rudal ini dapat diluncurkan dari pesawat pengebom jarak jauh Tu-22M3, yang juga telah melakukan serangan terhadap target “musuh tiruan” selama hari-hari pertama latihan Zapad.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada awal 2023 bahwa Zircon, di antara rudal-rudal lain yang disebut sebagai senjata “generasi mendatang” akan melindungi Rusia secara andal dari potensi ancaman eksternal dan akan membantu memastikan kepentingan nasional.

- Advertisement -

Rusia memiliki kehadiran militer yang besar di Semenanjung Kola, yang menghadap ke Laut Barents, termasuk menampung sebagian besar Armada Utara Moskow yang berharga dan kapal selam nuklirnya yang sangat penting. Kremlin telah memperluas jejak militernya di Arktik secara lebih umum.

Menteri Luar Negeri Islandia Þorgerður Katrín Gunnarsdóttir mengatakan bahwa posisi militer Rusia di kawasan tersebut merupakan “kekhawatiran serius” bagi NATO.

Laut Baltik terkadang disebut sebagai “danau NATO” karena sebagian besar dikelilingi oleh negara-negara anggota alianse, sementara Laut Barents menghadap ke Semenanjung Kola Rusia, dan Norwegia—negara anggota NATO.

Menurut laporan media pemerintah Rusia, latihan perang gabungan Rusia-Belarusia akan berakhir pada 16 September mendatang.

(FHD/Snd)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini