spot_img
Minggu, Januari 25, 2026
spot_img
spot_img

Rupiah Hampir Sentuh Rp17.000 per USD, Indef Tekankan Sinergi Fiskal dan Moneter

KNews.id – Jakarta – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren melemah hingga hampir menyentuh angka Rp 17.000 per USD, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pun mengingatkan kepada pemerintah.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Rizal Taufiqurrahman mengingatkan, agar pemerintah wajib menjaga kredibilitas fiskal melalui pengelolaan defisit dan utang yang prudent, sebab itu akan menjaga stabilitas nilai tukar (kurs) rupiah dari guncangan di tingkat global.

- Advertisement -

Karena itu, upaya tersebut perlu didukung oleh konsistensi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas moneter dengan komunikasi kebijakan yang jelas dan independen.

“Sinergi ini perlu diperkuat dengan intervensi pasar yang terukur serta upaya struktural untuk memperkuat sektor eksternal, agar rupiah tidak hanya stabil secara jangka pendek, tetapi juga lebih tahan terhadap guncangan ke depan,” ujar Rizal Taufiqurrahman dikutip Minggu (25/1).

- Advertisement -

Dia memproyeksikan rupiah masih akan berada dalam fase tekanan dan volatilitas tinggi, yang mana pelemahan yang terjadi mencerminkan kombinasi sentimen global dan domestik, bukan semata pelemahan fundamental ekonomi.

Selama ketidakpastian global masih kuat dan arus modal asing belum sepenuhnya stabil, menurut dia, rupiah cenderung bergerak dalam kisaran yang rentan melemah, meskipun peluang stabilisasi tetap terbuka kepercayaan pasar membaik.

“Dengan kata lain, tekanan masih berlanjut, risiko pelemahan menengah tetap ada, target APBN sekitar Rp 16.500 per USD, kemungkinan menuju dekat Rp 17.000 per USD,” ujar Rizal.

Dari mancanegara, Ia menjelaskan sentimen yang mempengaruhi rupiah, di antaranya arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, penguatan USD, serta risiko eskalasi geopolitik di tingkat global.

(NS/JPN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini