spot_img
Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
spot_img

Rob Jetten Dilantik Jadi Perdana Menteri Termuda Belanda, Hadapi Tantangan Koalisi Minoritas

KNews.id – Jakarta – Rob Jetten resmi menjadi perdana menteri Belanda termuda sekaligus yang pertama secara terbuka menyatakan diri sebagai penyuka sesama jenis alias gay, setelah pemerintahan minoritas yang dipimpinnya dilantik pada Senin (23/2/2026) di Istana Huis ten Bosch, Den Haag.

Politikus berusia 38 tahun itu meraih kemenangan dalam pemilu yang berlangsung ketat pada Oktober lalu. Partainya, Democrats 66 (D66), menang tipis atas politikus populis anti-Islam Geert Wilders.

- Advertisement -

Mengutip laporan BBC, pasca kemenangannya, Jetten membentuk pemerintahan minoritas berhaluan tengah-kanan bersama Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) dan Aliansi Demokrat Kristen (CDA).

Sebagai pemimpin kabinet minoritas, Jetten harus merundingkan setiap kebijakan besar agar dapat disetujui melalui pemungutan suara di parlemen.

- Advertisement -

Pemerintahan koalisi Jetten berencana mengurangi jumlah pencari suaka, dengan kebijakan yang mengharuskan para pengungsi mengajukan permohonan suaka di luar Eropa, bukan setelah mereka tiba di wilayah tersebut.

Isu pencari suaka telah menjadi persoalan sensitif dalam politik Belanda dan turut berkontribusi pada runtuhnya dua pemerintahan koalisi sebelumnya.

Dalam susunan kabinet baru, D66 akan mengisi tujuh posisi menteri, VVD enam menteri, dan CDA lima menteri. Masing-masing partai juga akan menempatkan tiga sekretaris negara sebagai anggota kabinet junior.

Jetten secara resmi diambil sumpahnya oleh Raja Willem-Alexander di Istana Huis ten Bosch. Menjelang pelantikan, ia mengunggah swafoto di platform X dan menulis, “Bangga bisa melakukan ini bersama. Dalam fase baru, dengan tanggung jawab besar dan, yang terpenting, janji bersama untuk bekerja bagi seluruh rakyat Belanda.

Dengan tidak terpaku pada apa yang salah, tetapi membangun dari apa yang bisa diperbaiki. Itu membutuhkan keberanian dan kolaborasi.”

Transformasi Citra dan Tantangan Politik

Selama bertahun-tahun, Jetten berupaya menghapus julukan “Robot Jetten” yang melekat padanya karena penampilannya di televisi kerap dinilai kaku dan terlalu terlatih.

- Advertisement -

Perubahan citra tersebut terlihat jelas pada malam pemilu. Di sebuah venue musik yang dipenuhi pendukung di Leiden—antara Amsterdam dan Den Haag—ia tampil percaya diri dan santai di tengah sorak-sorai para pendukung muda.

Bagi banyak orang yang ditemui BBC News malam itu, pemimpin D66 tersebut menjadi antitesis Wilders: relatif muda, optimistis, pro-Uni Eropa, dan berpandangan sosial liberal—wajah baru yang berhadapan dengan figur lama dari kubu kanan keras.

Di Belanda, orientasi seksual Jetten hampir tidak menjadi isu dalam kampanye, yang menunjukkan bahwa kesetaraan LGBTQ telah menjadi bagian arus utama masyarakat.

Namun di tingkat global, ia bergabung dengan kelompok kecil pemimpin dunia yang secara terbuka menyatakan diri sebagai gay. Bagi banyak orang di negara-negara di mana mengungkapkan orientasi seksual masih berisiko, terpilihnya seorang perdana menteri yang terbuka sebagai gay dipandang sebagai momen penting yang memecahkan batasan.

Setelah dikukuhkan sebagai perdana menteri, ia mengunggah foto resmi pelantikannya di Instagram dengan keterangan singkat, “Mari kita mulai bekerja.”

Wilders, yang pada Juni lalu mencabut dukungan sehingga koalisi sayap kanan yang dipimpinnya runtuh, menyatakan akan menentang setiap inisiatif pemerintahan Jetten. Sejumlah partai lain juga menyampaikan kekhawatiran atas rencana kebijakan yang telah dipresentasikan.

Jesse Klaver, pemimpin koalisi GreenLeft-Labour yang menjadi aliansi oposisi terbesar, mengkritik rencana anggaran yang diajukan pemerintah.

“Orang-orang biasa akan membayar ratusan Euro lebih banyak, sementara yang paling kaya tidak akan diminta membayar tambahan apa pun,” tulisnya di X pada Jumat (20/2).

“Itu tidak adil dan tidak akan membantu Belanda bergerak maju. Kami mengambil tanggung jawab untuk menyesuaikan rencana ini. Ini harus berubah.”

Dengan komposisi kabinet minoritas dan oposisi yang bersiap menantang kebijakan-kebijakan utama, pemerintahan Jetten menghadapi tantangan besar dalam mengamankan dukungan parlemen untuk setiap agenda reformasinya.

(RD/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini