KNews.id – Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil menyebut, Prabowo-lah yang memberikan arahan agar dirinya maju Pilkada Jakarta 2024. Ridwan Kamil menilai Prabowo Subianto akan tenang menjalankan tugas Presiden Republik Indonesia bila dirinya yang memimpin Jakarta.
“Bayangkan lagi kalau kami menang, Insyaallah berarti pak Presiden Prabowo juga satu frekuensi dengan kami sebagai satu koalisi,” ungkap Ridwan Kamil di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Minggu.
“Artinya beliau tenang, fokus. Jakarta diurus oleh koalisi yang kebetulan saya juga ketua TKD, memenangkan Pak Prabowo Gibran 58 persen, tertinggi 18 juta suara,” ungkap Ridwan Kamil. Ridwan Kamil juga mengatakan, jika dirinya bersama Suswono memimpin DKI Jakarta dalam lima tahun ke depan, maka tidak akan ada ‘keributan’ dengan DPRD Jakarta.
Hal itu karena duet RIDO (Ridwan Kamil-Suswono) ini diusung 15 partai politik (parpol). Ridwan Kamil mengklaim pihaknya telah didukung lebih dari 90 persen suara di DPRD Jakarta.
“Sehingga mudah-mudahan dalam lima tahun kalau takdirnya ada, tidak banyak dinamika, karena hampir 90 persen parlemen di Jakartanya tentunya dalam rombongan kita.”
“Artinya apa? Kalau takdirnya ada lima tahun tuh beritanya tentang kerja, inovasi, karya, enggak ada drama-drama di DPRD karena mayoritas sudah berada dalam (rombongan kita),” imbuhnya.
Ingin dipimpin teknokrat
Menurut Prabowo kata Ridwan Kamil, Jakarta butuh sosok yang bisa menjaga dinamika ke depan usai tidak lagi menjadi ibu kota negara.
“Perintah dari partai, arahan dari Pak Prabowo, Jakarta butuh teknokrat yang bisa memikirkan apa pasca-tidak lagi jadi ibu kota. Kebetulan saya kurator IKN, jadi paham apa risiko dan konsekuensi dari perpindahan populasi ke IKN,” ujar Ridwan Kamil saat hadiri dukungan dari Relawan Pasukan Jalak di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Minggu (1/9/2024).
Menurutnya, akan ada banyak gedung pemerintahan di Jakarta yang kosong usai ditinggalkan aparatur sipil negara (ASN), dan pejabat negara ke Ibu Kota Nusantara, baik yang ada di kawasan Jalan Medan Merdeka, dan lainnya.
“Nah, jadi saya di manapun ditugaskan siap, termasuk Pak Suswono juga. Di luar nama-nama yang diperbincangkan lah gitu ya, tiba-tiba karena sudah menjelang imsak gitu akhirnya muncul nama yang semua orang setuju ternyata,” kata Ridwan Kamil.
Eks Gubernur Jawa Barat ini berujar, dirinya memiliki frekuensi yang sejalan dan saling melengkapi dengan Suswono. Sebagai informasi, Suswono kini menjadi pasangan duetnya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jakarta.
“Babe Ono (Suswono) pas gitu. Karena beliau mantan menteri. Jadi kami menawarkan itu ya, pengalaman,” ujarnya. Selanjutnya Eks Wali Kota Bandung juga mengungkapkan, rencana pembagian peran saat memimpin Jakarta nanti.
“Beliau mantan menteri, paham pertanian, lingkungan. Saya pernah wali kota, gubernur. Jadi pengalamannya tidak kaleng-kaleng lah. Yang kedua, saya masih junior, istilahnya beliau senior. Jadi saya yang banyak di lapangan, mungkin beliau yang membuat adem ya, mendamaikan,” ujarnya.
“Jadi, kebayang tidak suasana kebatinannya itu. Ada gubernur lagi lari-lari beresin di sana, di sini ngademin yang demo, nasehatin orang yang marah. Jadi sudah takdirnya gitu,” pungkasnya. Ridwan Kamil-Suswono saat ini diusung oleh 15 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Adapun Rincian parpol pengusung Ridwan Kamil – Suswono yang tergabung dalam KIM plus yakni Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, PBB, Perindo, PAN, PPP, Prima, PKN, dan Garuda.
3 Pasangan Bakal Cagub-Cawagub Jakarta
Diketahui, tiga bakal pasangan calon mendaftar Pilkada Jakarta 2024. Pasangan pertama, Ridwan Kamil-Suswono. RK-Suswono diusung 15 parpol, yaitu Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, dan PBB.
Juga Perindo, PAN, PPP, PKN, Prima, serta Garuda. Pasangan kedua, Pramono Anung dan Rano Karno. Pramono-Rano diusung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura. Pasangan ketiga, Dharma Pongrekun-Kun Wardana. Dharma-Kun merupakan pasangan dari jalur independen.






