KNews.id – Jakarta – PT Kimia Farma Tbk berencana menutup lima pabrik. Mengenai hal tersebut, Kementerian BUMN buka suara soal nasib karyawan Kimia Farma. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan kondisi itu memang terpaksa dilakukan perusahaan. Meski begitu, arahan dari Kementerian BUMN, perusahaan harus tetap memberikan keadilan bagi karyawan yang akan terdampak.
“Arahan kita, kalaupun dilakukan seperti itu harus win-win solution bagi Kimia Farma dan karyawan. Kan mau nggak mau, kan memang mereka harus lakukan itu terpaksa kan, karena pabrik tutup ya pasti berlebih, tapi mereka harus bikin yang terbaik. Nggak boleh, nggak,” kata dia ditemui di Kantor Perum Perhutani, Jakarta Selatan.
“Ya memang kapasitasnya enggak ini kok, jadi under capacity. Seperti kau punya rentalan mobil, ada 10 rental mobil, terus yang laku sebenarnya cuma 5. Yang lima dibiarin nggak? Atau mau dijual, diberhentiin nggak?” terang dia.
“Kemudian kenapa 2-3 tahun? tentu kami dalam melakukan rasionalisasi sangat memperhitungkan bisnis continuity dan kita mempertimbangkan peraturan-peraturan yang ada. Karena berbeda di bisnis farmasi ini ketika melakukan penutupan pabrik tentu kita tidak bisa langsung tutup saja,” kata Hadi dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jakarta.




