spot_img

Ratusan Anggota FSPIM Melakukan Rakernas di Balai Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur

KNews.id – Jakarta 16 April 202Rakernas ini merupakan pertama kali bagi FSPIM. Sebab, FSPIM sendiri belum genap setahun menjadi sebuah federasi pekerja. Terhitung sejak tahun kemarin bulan Juli 2025.

Agenda Rakernas mencakup beberapa sesi. Di hari pertama sesinya meliputi pembukaan, gambaran situasi organisasi sejak 2018 hingga 2026, situasi pertambangan di Indonesia, kemudian dilakukanlah rapat komisi. Para peserta dibagi menjadi 3 komisi: komisi organisasi, komisi politik dan komisi ideologi untuk bisa merekomendasikan program kerja FSPIM di ketiga bidang tersebut.

- Advertisement -

Sementara di hari kedua, sesinya meliputi diskusi lanjutan penjabaran masing-masing komisi sampai pembahasan taktik-strategi organisasi ke depan (mana yang relevan dan mana yang tidak). Di akhir sesi, forum membahas resolusi dari rakernas itu sendiri.

Hampir di tiap sesi forum begitu aktif berdebat satu sama lain, baik itu tentang perbaikan organisasi maupun jalan (politik) apa yang akan dilakukan.

- Advertisement -

Perdebatan mengalir dari hal paling dekat sampai di prospek untuk terlibat dalam “politik” lebih luas, seperti bagaimana alternatif atas masalah di tempat kerja (misalnya bagaimana pengolahan debu di kawasan), bagaimana melawan politik “efisiensi” dari manajemen — yang berimplikasi pada PHK massal di PT. MIM, RJS, GNI atau end contract yang terjadi PT MTI.

Adapun perdebatan mengenai “politik”, seperti mau apa ketika pemilu tiba, forum memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan. Karena selain memakan banyak waktu, forum menganggap hal tersebut masih jauh untuk dilakukan. Mengingat belum ada kendaraan politik (partai politik) yang benar-benar serius memperjuangkan kehidupan kaum buruh. Organisasi juga masih fokus bagaimana perluasan FSPIM di daerah lain, terutama daerah terdekat.

Penyamaan Gagasan dan Sistematisasi Kerja

Dalam situasi yang dipenuhi berbagai tantangan ke depan, momen kali ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berkumpul memaksimalkan kerja organisasi,

Menurut Ketua Umum FSPIM, Komang Jordi Segara Rakernas berusaha menghimpun kekuatan buruh dengan penyamaan gagasan (perspektif), agar kerja-kerja organisasi lebih terukur dan sistematis.

“Rakernas FSPIM-KPBI pertama ini dijadikan sebagai ajang untuk konsolidasi gagasan dan menghimpun kekuatan buruh agar lebih terukur dan tersistematis di dalam menjalankan kerja-kerja organisasi kedepannya.

Tak kalah pentingnya adalah menguraikan tugas dan fungsi struktural dari tingkatan DPP, DBN, DPW, DPC dan PUK/ basis agar mengetahui tupoksi kerja agar dalam pelaksanaan program tidak bertentangan satu sama lain. Di sela-sela pembahasan program, kami juga membahas dinamika dan situasi perburuhan beserta akan merespon May Day mendatang.”

- Advertisement -

Di balik kesuksesan Rakernas ini tak lepas dari peran panitia kegiatan, yang bisa membuat suasana terasa hangat dan menggelora, serta riang gembira.

Menurut Ketua Panitia, Ade Novit, Rakernas bisa berjalan baik karena berkat kerja sama yang kuat di antara sesama panitia. Tanpa dedikasi dari panitia yang menyediakan, mulai dari perlengkapan, dokumentasi, penaggung jawab acara, kehadiran Bapor (Barisan pelopor) untuk keamanan, dan tentunya yang paling vital adalah panitia konsumsi (tanpa mereka forum bisa tidak bisa berlogika tanpa logistik). Untuk itulah kegiatan ini terasa sangat membumi, sesuai dengan apa yang dirumuskan sebelumnya.

“Rakernas kali ini terasa sangat membumi, bisa memantapkan langkah menuju FSPIM yang lebih kuat dan bermartabat untuk perbaikan kesejahteraan buruh ke depan.” Ujar Ade Novit.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini