Ramai-ramai WNI Terbang ke AS, Ada Apa?

KNews.id- Dalam beberapa hari terakhir ramai pemberitaan soal warga asing pergi meninggalkan RI, kembali ke negaranya. Ini terkait tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, yang mencapai rata-rata 50 ribu kasus baru per hari.

Ternyata, bukan hanya warga asing, warga lokal-pun dikabarkan juga pergi meninggalkan RI. Salah satu alasannya, untuk mendapatkan suntikan vaksin di Amerika Serikat.

Hal ini terungkap dalam pemberitaan ABC News, Ahad (18/7). Beberapa kalangan di RI, memutuskan untuk pergi ke Negeri Paman Sam guna memperoleh suntikan vaksin Pfizer, Moderna atau Johnson & Johnson.

“Tidak ada yang salah dengan mendapatkan suntikkan di luar negeri, semuanya kembali ke preferensi pribadi, saya kira,” kata narasumber media itu, warga negara RI, Nona Razak.

“Saya punya anak yang belajar di sini. Kami sudah membuat rencana untuk mengunjungi mereka, dan AS kebetulan menawarkan vaksin gratis. Jadi saya berpikir, Mengapa kita tidak melakukan keduanya?” ujarnya lagi.

“Preferensi saya adalah Pfizer, tetapi kami tidak tahu kapan bisa mendapatkannya di Indonesia sampai kami memutuskan kesempatan ke AS.”

Razak sendiri disebut telah mendapatkan suntikkan kedua Pfizer. Ia dan keluarganya dikatakan akan kembali ke Indonesia lagi dalam dua minggu mendatang.

Sebenarnya, wisata vaksinasi di AS ini diketahui sudah dimulai pada Mei lalu dan diatur oleh beberapa travel agent. Mereka menyebut antusiasme WNI untuk pergi ke AS cukup tinggi.

AS memang mengizinkan suntikan vaksin ke orang-orang yang memegang visa negara itu. Bahkan mereka bisa mendapat vaksin secara gratis.

“Antusiasmenya sangat tinggi, kami mendapat banyak pertanyaan, karena mereka mengincar vaksin yang belum ada di Indonesia, seperti Pfizer atau Moderna,” kata kepala pemasaran ATS Travel Josephine Nathania Lienardi, dikutip dari media yang sama.

Baca Juga   Iming-imingi Investasi Miliaran Dolar Jika Indonesia Normalisasi Hubungan dengan Israel

ATS sendiri menawarkan paket perjalanan vaksinasi dengan banderol yang dimulai dari Rp 14 juta selama tiga malam di Los Angeles. Rata-rata tur akan dilakukan Juni hingga November.

“Mereka bisa memilih untuk mendapatkan suntikan atau tidak sama sekali, itu terserah mereka,” kata travel agen itu lagi.

Per pekan, RI mencatat 44.721 kasus Covid-19 baru di RI. Meski kasus harian turun dibanding sebelumnya, angka kematian harian kemarin rekor menjadi 1.093 kasus. Secara keseluruhan, Indonesia mencatat 1,83 juta total kasus Covid-19 dengan 73 ribu kematian sejak pandemi melanda.

Dari segi vaksinasi, baru 5,8% orang Indonesia yang divaksin lengkap Covid-19. Ini sekitar 15 juta penduduk dari target 181,5 juta pada Maret tahun depan.

Indonesia mencatatkan 20,4 dosis per 100 orang, masih di bawah India yang menyuntikkan 28 dosis per 100 orang dan rata-rata dunia yang mencapai 45 dosis per 100 orang.

Sebenarnya fenomena ini juga terjadi di negara Asia lain. Di antaranya Taiwan dan Thailand. Media yang sama memberitakan bagaimana warga Taiwan beramai-ramai datang ke Guam, pulau kecil teritori AS seluas 550 kilometer persegi untuk mendapatkan vaksin. Mereka bahkan datang dengan pesawar carter sejak Juni.

Awalnya, program ‘wisata’ vaksin dengan nama Air V&V dilakukan untuk mendorong orang Amerika yang tinggal di Asia Timur untuk datang dan disuntik. Namun ini juga membuka pintu bagi kembali menggeliatnya wisata di wilayah itu.

Namun pelancong memang harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya, mereka yang datang harus membayar biaya penginapan di hotel karantina hingga satu minggu.

Mereka bisa memilih antara vaksin Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson, dan tergantung pada vaksin mana yang dipilih. Wisatawan vaksin dapat berada di pulau hanya selama tiga hari, atau lebih dari sebulan.

Baca Juga   China Sampaikan Kritik Keras Pertama Kalinya untuk AS di Era Biden

Lion Travel, salah satu operator tur terbesar di Taiwan mengatakan sudah ratusan orang membeli paket wisata ke Guam. Bahkan 439 slot ke Guam mulai 6 Juli sudah ludes terjual.

“Paket mencakup penerbangan dan hotel, dengan harga mulai dari US$2.040, tidak termasuk biaya tes Covid,” kutip media itu.

Di Thailand, orang kaya pergi ke AS karena ‘menghindari peluncuran vaksin yang ceroboh’. Saat Thailand mencapai 3.000 kasus baru per hari, para crazy rich termasuk Selebriti ramai-ramai terbang mencari vaksin.

“Beberapa lagi enggan menunggu. Karena vaksinasi harus membuat janji di pusat vaksinasi besar yang didirikan di stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, stadion olahraga dan bandara. Membingungkan dan rumit,” tulis media itu lagi.

Di negara itu, paket satu kelompok dijual US$ 8.300. Ini sudah termasuk kunjungan ke lokasi wisata serta apotek untuk mendapatkan vaksinasi, dengan durasi yang cukup lama. (AHM/cnbc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Contact me
email