spot_img
Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

Raja Salman Mengundang Suriah ke Arab Saudi, Ini Respons Washington…

KNews.id- Arab Saudi berencana untuk mengundang Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk datang ke Riyadh pada Mei mendatang guna menghadiri pertemuan Liga Arab. Ini merupakan salah satu upaya Negeri Raja Salman itu untuk memulihkan kembali hubungan dengan Damaskus.

Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan akan melakukan perjalanan ke Damaskus dalam beberapa minggu mendatang untuk menyerahkan undangan resmi kepada Assad untuk menghadiri pertemuan puncak yang dijadwalkan pada 19 Mei itu.

- Advertisement -

Sementara itu, juru bicara Sekretaris Jenderal Liga Arab Gamal Roshdy mengatakan organisasi itu tidak mengetahui setiap langkah di tingkat bilateral antara negara-negara Arab.

“Kami tidak seharusnya diberitahu sebelumnya tentang dugaan kunjungan itu,” katanya kepada Reuters, Senin (3/4).

- Advertisement -

Kehadiran Assad di KTT Liga Arab akan menandai perkembangan paling signifikan dalam rehabilitasinya di dunia Arab sejak 2011, ketika Suriah diskors dari organisasi itu. Assad telah diboikot oleh banyak negara Barat dan Arab atas penumpasan brutalnya terhadap protes sipil yang memicu perang saudara.

Sumber bulan lalu mengatakan bahwa Riyadh dan Damaskus telah mencapai kesepakatan untuk membuka kembali kedutaan mereka setelah bulan suci Ramadan.

- Advertisement -

Adapun, Kementerian Luar Negeri Saudi tidak mengonfirmasi kesepakatan yang dicapai, tetapi mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan Kementerian Luar Negeri Suriah untuk melanjutkan layanan konsuler.

Salah satu dari tiga sumber mengatakan diskusi telah berlangsung selama lebih dari setahun mengenai daftar tuntutan dari Arab Saudi agar pemerintah Suriah memenuhi syarat untuk memperbaiki hubungan, termasuk kerja sama yang erat dalam bidang keamanan dan perdagangan narkoba.

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) yang merupakan mitra Saudi dan ‘musuh’ Suriah mengatakan bahwa kesepakatan antara negara Arab dan Suriah harus menghasilkan sesuatu yang menguntungkan negara-negara Timur Tengah.

Berbicara dalam pengarahan digital dari Pusat Media Internasional London Departemen Luar Negeri AS, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Dekat Barbara Leaf mengatakan bahwa Washington telah berdiskusi dengan sekutunya di Timur Tengah tentang ‘pergeseran kebijakan mereka’ terhadap Assad.

Salah satu poin yang ditekankan oleh Barbara adalah terkait perdagangan Captagon. Captagon merupakan salah satu barang narkotika yang diduga dijual oleh rezim Assad untuk mendapatkan pendanaan saat negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap negara itu.

“Pendekatan kami terkait metode diskusi adalah memastikan untuk mendapatkan sesuatu dari metode itu,” ujarnya dikutip Middle East Monitor.

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini