Raja Salman Memberi Pesan Khusus kepada Taliban

KNews.id- Pemerintah Raja Salman di Arab Saudi memberi pesan ke Taliban yang kini menguasai Afghanistan. Negeri itu meminta Taliban menjaga keamanan, stabilitas dan nyawa rakyat Afghanistan.

Arab Saudi mengingatkan Taliban soal semua aturan yang sudah ada dalam “prinsip-prinsip Islam”. Mengingatkan kelompok itu untuk menyudahi penyisiran di seluruh negeri.

“Kerajaan berdiri di belakang pilihan yang dibuat rakyat Afghanistan tanpa campur tangan,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, sebagaimana dimuat Reuters, Selasa (17/8).

“Berdasarkan prinsip-prinsip mulia Islam … Kerajaan Arab Saudi berharap bahwa gerakan Taliban dan semua pihak di Afghanistan akan bekerja untuk menjaga keamanan, stabilitas, kehidupan dan properti.”

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah memutuskan untuk mengevakuasi staf kedutaannya dari Afghanistan. Mengutip Al Arabiya, pemerintah menganggap bahwa situasi di Afghanistan saat ini tidaklah kondusif sehingga langkah-langkah evakuasi perlu dilakukan.

“Arab Saudi telah mengevakuasi semua anggota misi diplomatiknya di Afghanistan, karena kondisi saat ini dan tidak stabil di negara itu,” menurut kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).

Bukan hanya Arab Saudi, hal sama juga dilakukan Qatar. Negeri itu mengatakan akan mencari cara transisi damai di Afghanistan dan melakukan yang terbaik untuk membantu mengevakuasi diplomat dan warga asing di negeri itu.

Doha telah menjadi tuan rumah kantor Taliban sejak 2013 untuk pembicaraan damai. Negeri tetangga Arab Saudi itu juga telah memainkan peran sentral dalam mencoba mencapai penyelesaian politik di Afghanistan dengan penarikan pasukan AS.

“Ada kekhawatiran internasional tentang laju perkembangan yang cepat dan Qatar melakukan yang terbaik untuk membawa transisi damai, terutama setelah kekosongan yang terjadi,” kata Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

Baca Juga   RG Sering Membaca Alquran: Saya Menemukan ada Sesuatu Dimensi yang Tersembunyi…

Taliban sendiri telah menguasai Afghanistan sejak Minggu. Ini menyebabkan kekacauan di bandara internasional Kabul, di mana banyak warga asing dan kontra Taliban berbondong-bondong hendak meninggalkan negara itu. (AHM/cnbc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Contact me
email