Pengumuman ini pun membuat pasar minyak dunia bergejolak. Harga minyak mentah Brent meningkat lebih dari 2,5% hari ini menjadi US$ 86,6 per barel.
Kremlin menambahkan bahwa pihaknya telah mengadakan pembicaraan dengan beberapa anggota kelompok produsen OPEC+ mengenai keputusannya untuk memangkas produksi. Novak menjelaskan bahwa Rusia tidak mengadakan konsultasi formal karena pemotongan itu bersifat sukarela.
Sebelumnya, G7, Uni Eropa, dan Australia setuju untuk melarang penggunaan asuransi, keuangan, dan perantara maritim dari wilayahnya untuk pelayaran minyak Rusia bila harga komoditas energi tersebut mencapai di atas US$ 60 per barrel. Langkah ini efektif sejak tanggal 5 Desember lalu.
Uni Eropa (UE) juga ikut menebalkan embargonya dengan memberlakukan larangan pembelian produk minyak Rusia dan menetapkan batas harga terbaru mulai 5 Februari. Manuver ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Rusia ke Ukraina, di mana Barat menilai serangan itu ilegal dan berniat untuk menggembosi pendapatan Negeri Beruang Putih itu.




