spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Purbaya: Pertumbuhan 5% Tak Cukup, Indonesia Butuh 7–8% untuk Jadi Negara Maju

KNews.id – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% belum cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Menurutnya, laju pertumbuhan minimal harus mencapai 6,7% hingga 7% untuk mampu menyerap tenaga kerja baru yang terus memasuki usia produktif setiap tahun.

“Indonesia sudah lama tumbuh di kisaran 5%. Itu kelihatannya bagus, sebagian orang bilang itu sudah maksimal. Padahal menurut saya kita paling tidak harus tumbuh 6,7% menuju 7% untuk menyerap tenaga kerja baru yang memasuki usia kerja,” ujar Purbaya di Wisuda UI, Sabtu (14/2/2026).

- Advertisement -

Ia menegaskan, jika Indonesia ingin keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju, pertumbuhan 5% tidak akan cukup.

Purbaya mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menjadi negara maju seperti Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Jerman, hingga China yang mampu mencatatkan pertumbuhan tinggi, bahkan dua digit, dalam periode panjang lebih dari satu dekade.

- Advertisement -

Menurut dia, target pertumbuhan 8% yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto kerap dipandang skeptis oleh sebagian kalangan. Namun, Purbaya menilai angka tersebut justru menjadi prasyarat menuju negara maju.

“Ketika Pak Prabowo bilang 8%, kita banyak ketawain, dibilang enggak mungkin. Tapi itu persyaratan untuk menuju negara maju. Bahkan 8% masih kurang, mestinya harus didorong ke arah 10%. Tapi untuk lima tahun ke depan, kalau dapat 8% sudah cukup,” katanya.

Sebagai gambaran, ia mengungkapkan pada 2025 Indonesia tumbuh 5,11%. Angka tersebut kerap dianggap biasa saja, namun jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20, pertumbuhan Indonesia termasuk yang tertinggi.

Ia menyebut sejumlah negara seperti China, Arab Saudi, dan Spanyol mencatatkan pertumbuhan di bawah Indonesia. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak minder.

“Jadi Anda enggak usah minder menjadi bangsa Indonesia. Kita top di G20. 5% itu bagus, tapi untuk kita tidak cukup,” tegasnya.

Purbaya juga mengingatkan bahwa pertumbuhan yang terlalu lambat membuat ekonomi rentan terhadap gejolak. Ia mencontohkan kondisi gejolak ekonomi yang sempat terjadi pada akhir Agustus hingga awal September tahun lalu.

- Advertisement -

Ke depan, pemerintah akan mendorong lahirnya mesin-mesin pertumbuhan ekonomi baru yang ditopang oleh sumber daya manusia muda dan terdidik.

Ia menekankan pentingnya peran generasi muda, termasuk lulusan perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

“Jadi kita gak boleh tumbuh terlalu lambat,” ujar dia.

(NS/KNT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini