spot_img

Proposal Damai Iran Diragukan Trump, Ketegangan AS-Iran Belum Reda

KNews.id – Jakarta – Presiden AS Donald Trump mengatakan akan meninjau proposal perdamaian Iran yang baru. Namun Trump meragukan prospeknya, karena seorang perwira militer senior di Iran mengindikasikan pertempuran baru ‘kemungkinan besar akan terjadi.’

Dilansir AFP, Minggu (3/5/2026), pandangan suram ini muncul setelah kantor berita Iran Tasnim dan Fars mengatakan Teheran telah menyerahkan proposal 14 poin kepada mediator Pakistan. Rinciannya termasuk mengakhiri konflik di semua lini dan memberlakukan kerangka kerja baru untuk Selat Hormuz yang penting, kata Tasnim.

- Advertisement -

“Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi tidak dapat membayangkan bahwa itu akan diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir,” kata Trump di platform Truth Social miliknya.

Dalam wawancara singkat dengan wartawan di West Palm Beach, Florida, ia menolak untuk menyebutkan secara spesifik apa yang dapat memicu aksi militer baru terhadap republik Islam tersebut.

- Advertisement -

“Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tetapi saat ini, kita akan lihat,” katanya.

“Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi, tentu saja,” sambungnya.

Diketahui, perang, yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, telah ditangguhkan sejak 8 April, dengan satu putaran perundingan perdamaian yang gagal telah berlangsung di Pakistan.

Pada hari Sabtu, Mohammad Jafar Asadi, seorang tokoh senior di komando pusat militer Iran, mengatakan “konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi.”

“Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun,” tambahnya, menurut kantor berita Fars.

Sementara itu, Wakil menteri luar negeri Kazem Gharibabadi mengatakan kepada para diplomat di Teheran “bola ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif.”

- Advertisement -

Ia menyebut Iran, “siap untuk kedua jalur tersebut.”

(RD/DTN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini