Progres Tol Langsa–Lhokseumawe Masuk ke Tahap III: Disambut Baik Masyarakat Aceh
4 mins read

Progres Tol Langsa–Lhokseumawe Masuk ke Tahap III: Disambut Baik Masyarakat Aceh

KNews.id – Lhoksumawe – Pembangunan infrastruktur jalan tol terus menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia, khususnya dalam upaya mempercepat konektivitas di Pulau Sumatera. Salah satu proyek yang menjadi fokus utama adalah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera, termasuk ruas Jalan Tol Langsa-Lhokseumawe.

Proyek ini telah masuk ke tahap III pembangunan pada tahun 2024, dan penetapannya disambut baik oleh masyarakat Aceh.

Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatera

Pemerintah pusat, melalui Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera yang telah diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2024, menetapkan bahwa ruas Jalan Tol Lhokseumawe-Sigli dan Langsa-Lhokseumawe masuk dalam kategori pembangunan tahap III.

Penetapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan terhadap 24 ruas Jalan Tol Trans Sumatera. Penjabat Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, menyambut baik kabar ini dan menyatakan bahwa hal ini merupakan harapan masyarakat Aceh terkait kelanjutan pembangunan jalan Tol Sibanceh hingga perbatasan wilayah Sumatera Utara.

“Pemerintah dan rakyat Aceh tentu sangat berterima kasih dengan kebijakan Presiden atas terbitnya Perpres 100 ini, karena keberlanjutan pembangunan tol di Aceh tentunya akan meningkatkan konektivitas jalan tol di Sumatera,” ujar Bustami.

Evaluasi dan Pengusahaan Jalan Tol

Pengusahaan ruas jalan tol tahap III dilakukan berdasarkan hasil evaluasi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, setelah mendapat pertimbangan dari Menteri Keuangan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Tahap I pengoperasiannya direncanakan paling lambat pada Desember 2024. Presiden Joko Widodo menugaskan PT Hutama Karya untuk mengelola pembangunan 24 ruas Jalan Tol Trans Sumatera. Perubahan beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 dilakukan untuk mengakomodasi perkembangan dan kebutuhan yang ada.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, yang ditandatangani pada Senin, 25 Maret 2024.

Dampak Positif bagi Aceh

Gubernur Bustami meyakini bahwa keberlanjutan pembangunan jalan tol di Aceh akan memacu perkembangan kawasan dari berbagai sektor, termasuk ekonomi, perdagangan, industri, dan wisata. Keberadaan jalan tol akan memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan tol dalam memilih moda transportasi yang akan digunakan.

“Dengan adanya pengusahaan tahap III ruas jalan tol Lhokseumawe-Sigli dan Langsa-Lhokseumawe yang merupakan bagian dari Jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), memberikan harapan bagi Aceh dalam meningkatkan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi,” pungkas Bustami.

Saat ini, pembangunan Jalan Tol Sibanceh menyisakan satu seksi, yaitu Padang Tiji-Seulimum, yang proses pembangunannya masih terus dipacu dan ditargetkan beroperasi sebelum pelaksanaan PON XXI/2024 berlangsung.

Keberlanjutan pembangunan tol ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, mempermudah distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan pemerataan hasil pembangunan.

Penetapan ruas Jalan Tol Langsa-Lhokseumawe dalam pembangunan tahap III merupakan kabar baik bagi masyarakat Aceh.

Dengan adanya jalan tol, diharapkan daerah ini akan semakin maju, perjalanan menjadi lebih cepat, dan distribusi barang serta jasa menjadi lebih lancar guna menunjang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya berdampak pada peningkatan konektivitas, tetapi juga memberikan stimulus bagi berbagai sektor lainnya.

Misalnya, sektor pariwisata di Aceh yang kaya akan destinasi wisata alam dan budaya akan semakin mudah diakses oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada perekonomian lokal.

Manfaat jangka panjang dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya ruas Langsa – Lhokseumawe, sangat besar. Selain meningkatkan konektivitas antar wilayah, tol ini juga diharapkan dapat mendorong investasi di berbagai sektor.

Investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modalnya di daerah yang memiliki infrastruktur memadai, karena biaya logistik yang lebih rendah dan akses yang lebih mudah.

Selain itu, pembangunan tol juga diharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan nasional yang biasanya lebih padat dan rawan kecelakaan. Dengan adanya jalan tol, arus kendaraan akan lebih teratur dan pengemudi dapat mencapai tujuan dengan lebih cepat dan aman.

Pembangunan Jalan Tol Langsa-Lhokseumawe yang telah memasuki tahap III pada tahun 2024 merupakan langkah positif dalam upaya meningkatkan konektivitas dan percepatan pembangunan di Sumatera. Penetapan ini disambut baik oleh masyarakat Aceh, yang berharap proyek ini dapat segera selesai dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Dengan adanya jalan tol, perjalanan antar kota akan lebih cepat, distribusi barang dan jasa lebih lancar, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor penting seperti ekonomi, perdagangan, industri, dan pariwisata.

Meski menghadapi berbagai tantangan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta partisipasi pihak swasta diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek ini. Harapan masyarakat Aceh akan terwujudnya infrastruktur jalan tol yang memadai semakin mendekati kenyataan.

Dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera, Aceh tidak hanya akan lebih terkoneksi dengan wilayah lainnya di Sumatera, tetapi juga semakin maju dan sejahtera. Demikianlah semoga informasi ini bermanfaat.

(NS/RBTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *