KNews.id – Moscow, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat membahas prospek penyelesaian di Ukraina melalui panggilan telepon dengan mitranya dari Cina, Xi Jinping, menurut laporan media seperti dilansir Anadolu.
Menurut pernyataan dari pemerintah Cina, Putin memberi pengarahan kepada Xi mengenai hasil kunjungan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff ke Moskow awal pekan ini dan “krisis Ukraina”.
Putin diperkirakan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari mendatang. Menurut laporan media, KTT tersebut kemungkinan akan berlangsung paling cepat Senin 11 Agustus 2025.
Presiden Rusia juga menggarisbawahi kemitraan strategis komprehensif Rusia dan Cina. Panggilan telepon itu dilakukan atas permintaan Putin, kata CCTV seperti dikutip Al Arabiya.
Panggilan telepon itu dilakukan setelah Kremlin mengatakan pada Kamis bahwa Putin akan bertemu Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari mendatang untuk mengakhiri perang, yang kini telah memasuki tahun keempat.
Trump mengambil pendekatan yang lebih lunak terhadap Rusia setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari. Namun, ia telah menyuarakan rasa frustrasi yang semakin besar terhadap Putin atas kurangnya kemajuan menuju perdamaian dan telah mengancam akan mengenakan tarif yang tinggi kepada negara-negara termasuk Cina yang membeli minyak Rusia.
Trump pada Rabu mengatakan ia dapat mengumumkan tarif lebih lanjut terhadap Cina, serupa dengan bea masuk 25 persen yang telah ia kenakan kepada India atas pembelian minyak Rusia.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, menanggapi pernyataan Trump tersebut, mengatakan pada Jumat bahwa kerja sama perdagangan dan energi Cina dengan Rusia “adil dan sah.”
“Kami akan terus mengambil langkah-langkah yang wajar untuk memastikan keamanan energi berdasarkan kepentingan nasional kami sendiri,” kata juru bicara Guo Jiakun dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Cina.
Panggilan telepon hari Jumat antara Xi dan Putin adalah yang kedua kalinya dalam waktu kurang dari dua bulan. Xi menyambut baik upaya Moskow dan Washington untuk mempertahankan dialog, meningkatkan hubungan, dan memajukan resolusi politik atas “krisis Ukraina”.
Presiden Cina mengatakan kepada Putin bahwa Beijing akan “meneguhkan posisinya yang konsisten” dan terus “mempromosikan perdamaian dan dialog”. Kedua pemimpin juga membahas hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.
Dalam pernyataan terpisah, Kremlin mengonfirmasi bahwa Putin dan Xi membahas hasil utama dari kunjungan Witkoff. “Mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan, Xi Jinping menyatakan dukungannya untuk penyelesaian krisis Ukraina dalam jangka panjang,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kedua kepala negara juga membahas beberapa isu mendesak terkait agenda bilateral dan internasional. Ini termasuk persiapan kunjungan Putin ke Cina untuk berpartisipasi dalam KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai dan acara peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang yang militeristik dan berakhirnya Perang Dunia II pada September, demikian pernyataan tersebut.
Kedua negara semakin memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan keamanan mereka sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, yang memicu memburuknya hubungan Moskow dengan Barat.
Sebelumnya pada hari yang sama, Putin juga menghubungi dua pemimpin Asia Tengah, presiden Kazakhstan dan Uzbekistan, untuk membahas isu yang sama.




