KNews.id – Jakarta, Direktur Citra Publik Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Hanggoro Doso Pamungkas menilai langkah Presiden RI Prabowo Subianto merombak kabinet belum lama ini, bisa ditafsirkan memperkuat posisinya sekaligus melepas perlahan bayang-bayang Presiden sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi).
Melepaskan bayang-bayang Jokowi ditandai didepaknya Budi Arie dari kabinet, kemudian makin banyak orang-orang Gerindra yang merapat.
“Ini menegaskan masuknya figur Gerindra selain memposisikan Prabowo semakin powerful, juga ternyata tidak lagi banyak tuntutan dari partai koalisi yang lain, apalagi partai nonkoalisi.
Jadi pertama Gerindra semakin kuat, kedua memang pergantian Budi Arie bukan saja memperkuat Gerindra tapi sedikit demi sedikit mulai keluar dari bayang-bayang Jokowi,” ujarnya secara virtual dalam Podcast LSI Denny JA bertajuk ‘Reshuffle Kabinet: Respons Tuntutan 17+8, Pertaruhan & Konsolidasi Politik Prabowo, Jokowi Dijauhi?’, dikutip Minggu (14/9/2025).
Selain sebagai bagian dari konsolidasi politik, perombakan ini bisa juga merupakan bagian dari reward dan punishment bagi menteri yang performanya buruk. Di sisi lain, perombakan bisa menjadi jawaban tuntutan publik.
Berkenaan reward dan punishment, dapat dilihat dari pencopotan terhadap Menko Polkam Budi Gunawan (BG) serta mencopot Dito Ariotedjo dari kursi Menpora.
Sementara terkait tuntutan masyarakan, dibuktikan dari pergantian Menteri Keuangan, dari Sri Mulyani beralih ke Purbaya Yudhi Sadewa. Pergesaran ini, menjawab keluhan masyarakat atas kenaikan pajak dan menggunungnya utang negara.
“Sekali lagi dalam jangka pendek ini mungkin meredam, tetapi dalam jangka panjang kita tunggu bagaimana kebijakannya pasca reshuffle, apa hanya sekadar ganti nama atau menciptakan kontroversi baru. Kita kan baru mendengar baru satu hari dilantik sudah banyak kontroversi. Tidak apa-apa kontroversi tapi kalau kinerjanya bagus,” tandasnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
Lima menteri dari lima kementerian diganti, yakni:
1. Budi Gunawan, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan
2. Sri Mulyani, Menteri Keuangan
3. Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
4. Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi
5. Dito Ariotedjo, Menteri Pemuda dan Olahraga
Adapun nama-nama baru yang dilantik:
• Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
• Menteri P2MI/Kepala BP2MI: Mukhtarudin
• Menteri Koperasi: Ferry Juliantono
• Menteri Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf
• Wamen Haji dan Umrah: Dahnil Anzar Simanjuntak






