spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Praktik Teori Konspirasi vs Agama Metode Pluralism Yahudi-Amerika

Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

KNews.id – Islam juga:

- Advertisement -
  • Pluralisim
  • Sosialisme
  • Pelanggar HAM namun Musawah (persamaan)
  • Liberalism dan;
  • Moderat (al wasathiyyah)

Sedikit ilustrasi perbandingan kebebasan dan “kondisional” dari persamaan Islam dan metode moderatisme.

“Seseorang dirampas HAM nya karena dirinya memperkosa lalu membunuh korbannya”

- Advertisement -

Liberalisme, “manusia bebas mau buat apa saja pilih mau yang baik (rules) atau buruk ? Namun perilaku buruk diancam akan dikenakan sanksi dunia (penjara) dan kelak pertanggungjawaban kelak di akhirat sesuai keyakinannya (HAM)”.

Sehingga andai didapati pertentangan hanya akibat dalam kondisi tertentu yang sedemikian rupa (kondisional) Dalam teori hukum Islam (syar’i), dan hukum nasional (tanah air) bahkan disemua kitab hukum negara-negara di dunia internasional ada istilah force mejeur, overmacht, nodweer atau karena berat lawan dan atau darurat, sehingga “terpaksa” melakukan.

Kalau mereka bangsa Amerika (Yahudi) mau konsisten dan konsekuensi bicara HAM maka secara moral mereka harus contohkan lebih dulu kembali kosongkan Australia, tinggalkan benua Amerika, termasuk Yahudi Israil angkat kaki dari Palestine, jika benar serius tak ingin hidup berdampingan dengan kaum muslim !?

Dalam Islam ada perintah “menyebar lah kalian dimuka bumi dengan membawa keberkahan” Jo perintah agar saling mengenal dan tolong menolong, mencari ilmu walau ke negeri yang jauh sekalipun dan menyebarkan ilmu (yang bermanfaat), tidak dalam konteks menguasai dan merampas hak dan monopoli negeri orang (kolonialisme).

Oleh karenanya bangsa Amerika dengan pola Yudaisme stop bicara HAM dan Pluralisme dan moderatisme serta orientalis- liberalism.

Untuk itu atur saja negara mereka masing masing dan sah karena kemampuan fasilitas (digjaya) untuk sumbangsih seret ke Mahkamah Pidana Internasional tangkap para pemimpin yang terlibat judicial killing dan konglomerat kriminal yang faktanya glamour dengan warna warni kehidupannya mirip bunga kriminil (tanaman hias), yang kasat mata melakukan kejahatan politik konspirasi, namun imunitas dan atau impunitas seperti; koruptor yang substantif merupakan pelanggar HAM dan pemimpin yang disobedient terhadap kejahatan ‘paru paru dunia’ yang terjadi di banyak negara di dunia, serta terlebih dulu pemimpin jahat di negeri dihadapan mata mereka sendiri.

- Advertisement -

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini