KNews.id – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pidatonya terkadang dipelintir dan dinarasikan bahwa dirinya tidak menghormati pakar.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan 22 pakar membahas penanganan lahan gambut pada potensi kebakaran hutan dan lahan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).
“Jadi saudara-saudara jangan salah ya menerima, karena kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir, dibilang seolah saya tidak hormati pakar,” kata Prabowo dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9).
Prabowo mengklaim sangat menghormati keilmuan seorang pakar. Sejak masih sebagai perwira, ia selalu mencari masukan ke kalangan pakar.
Pada kesempatan ini pun, Prabowo meminta para pakar untuk memberikannya masukan ihwal lahan gambut di Indonesia. Pada Kamis (24/9) kemarin, Prabowo mengundang sejumlah pakar membahas penanganan lahan gambut.
Usai rapat itu, Prabowo disebut sepakat membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang nantinya berada langsung di bawah Presiden.
“Pak Presiden sudah mengambil keputusan akan mendirikan satu badan yang disebut Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional atau disingkat BPGMN,” kata Menhut Raja Juli Antoni dalam konferensi pers usai pertemuan dengan 22 pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).
Omongan Prabowo dalam pidato yang menyinggung pakar memang kerap menuai sorotan. Teranyar, dalam HUT ke-28 PAN di JCC, Senayan beberapa waktu lalu. Dalam pidatonya, ia mengkritik narasi pakar yang kerap memprotes kebijakan strategis pemerintah.
Prabowo pun mengutip ayat Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 191, yang menyebut fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Dia mengaku tak ambil pusing dengan kritik-kritik pakar tersebut.
“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya jadi goblok,” ujar Prabowo.






