KNews.id – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengecam keras pihak-pihak yang melakukan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo bahkan menyebut orang yang tega mengorupsi makanan untuk anak-anak, sebagai sosok yang biadab dan tidak pantas mendapatkan penghormatan.
Hal itu dia katakan saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan DPR/MPR/DPR RI, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8).
“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati,” ujar Prabowo.
Menurut dia, tindakan korupsi dalam program yang menyasar pemenuhan kebutuhan gizi anak tersebut menunjukkan hilangnya nilai kemanusiaan.
“Menurut saya ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” kata dia.
Prabowo menuturkan pemerintah memulai pembangunan sumber daya manusia dari kebutuhan paling dasar, yakni pemenuhan gizi. Dia menegaskan tidak boleh ada anak Indonesia yang belajar dalam kondisi lapar karena hal tersebut dapat menghambat kemampuan mereka dalam menerima pelajaran.
“Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar,” tuturnya.
Eks Menteri Pertahanan itu mengakui sebagian masyarakat mungkin tidak pernah melihat secara langsung kondisi anak-anak yang tidak mendapatkan makanan pada pagi hari. Namun, menurut dia, kondisi tersebut masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian anak Indonesia.
Untuk itu, pemerintah menjalankan program MBG untuk membantu mengatasi persoalan tersebut sekaligus menekan angka stunting. Prabowo menyebut angka stunting di sejumlah wilayah Indonesia masih mencapai sekitar 25 persen. Artinya, satu dari empat anak Indonesia masih mengalami stunting.
“Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting. Sel otak tidak berkembang dengan baik, sel otot tidak berkembang dengan baik, sel tulang tidak berkembang dengan baik,” ungkapnya.
Dia menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan berdampak terhadap kualitas generasi penerus bangsa. Bahkan, Prabowo menggambarkan dampak stunting dapat membuat seorang anak kesulitan menjalani pekerjaan yang membutuhkan kemampuan fisik ketika dewasa.
Oleh karena itu, Prabowo memastikan pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan program MBG. Namun, pelaksanaannya akan terus diperbaiki agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu, dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG, tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi,” tambah Prabowo.






