PPKM Indonesia Mau Dilonggarkan, Singapura Malah Perketat Pembatasan…

KNews.id- Pemerintah RI akan segera melonggarkan PPKM Darurat setelah 25 Juli nanti. Jika kasus menurun, pemerintah berjanji membuka secara bertahap. Namun hal sebaliknya terjadi di Singapura. Negeri tetangga RI itu, kini memperketat kembali langkah-langkah pembatasan Covid-19.

Hal itu diambil setelah negara itu menemukan lonjakan kasus yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyebut bahwa pembatasan ini akan dilakukan per Kamis (22/7) hingga 18 Agustus mendatang.

Dalam pembatasan terbaru ini pemerintah menaikkan status penguncian ke level 2. Dalam aturan ini ada pembatasan jumlah maksimum yang diizinkan untuk berkumpul dari 5 orang menjadi hanya 2 orang.

Kemudian akan ada larangan makan ditempat dan berolahraga di ruang indoor. Untuk aturan kunjungan rumah, pemerintah juga akan memberlakukan batasan dua pengunjung berbeda per rumah per hari.

Warga juga diminta untuk terus membatasi pertemuan sosial mereka tidak lebih dari dua per hari. Perusahaan diminta memberlakukan aturan work from home (WFH) pada para pekerja.

Meski begitu, peraturan ini akan direview kembali dalam dua minggu. Bila situasi memungkinkan beberapa pembatasan akan dicabut untuk membiarkan beberapa tempat usaha berkegiatan lebih leluasa.

“Kami tahu bahwa berita ini sangat mengecewakan dan membuat frustasi banyak orang, khususnya untuk bisnis di sektor seperti restoran,” ,” kata Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Gan Kim Yong sebagaimana dikutip Channel News Asia (CNA), Rabu (21/7/2021)

“Sektor-sektor ini sangat terpukul karena pembatasan sebelumnya, mereka bekerja sangat keras untuk beradaptasi dengan peraturan yang berubah.”

Sementara itu data Kementerian Kesehatan menunjukkan ada 480 kasus komunitas Covid-19 yang terjadi di pusat finansial Asia itu. Angka ini melonjak signifikan dari 19 kasus yang dilaporkan sepekan sebelumnya.

Baca Juga   Poster Jokowi, Bertuliskan ‘Pembual’ Tersebar di Alun-alun Tasikmalaya

“Ini sangat memprihatinkan, karena dapat mempengaruhi banyak orang di komunitas kami di seluruh pulau,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan CNBC International.

“Ketika kami terus melakukan pengujian ekstensif untuk individu yang terpapar risiko infeksi, kami dapat memperkirakan jumlah kasus meningkat dalam beberapa hari mendatang.”

Otoritas Singapura telah menemukan beberapa klaster yang menyebabkan peningkatan signifikan ini. Kluster yang paling besar adalah yang terkait dengan sebuah pasar ikan, yang mencatatkan hingga 314 kasushingga Selasa (20/7) siang. Selain itu sebuah kluster lounge karaoke juga turut menyumbang 120 kasus.

Singapura merupakan salah satu negara yang cukup berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Sejak pandemi melanda, Singapura hanya mencatatkan 63.245 kasus Covid-19 dengan 36 kematian.

Hal ini membuat pemerintah negara itu berpikiran untuk mempersiapkan penduduknya agar dapat menghadapi Covid-19 sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Nantinya infeksi corona akan ditanggapi layaknya flu biasa dan fokus pelaporan Covid-19 hanya akan difokuskan kepada pasien infeksi yang mendapatkan perawatan.

Selain itu, akan ada pelonggaran tertentu bagi warga yang telah divaksin. Vaksin yang dipakai Sinagpura untuk penanganan Covid-19 adalah Pfizer/BioNTech dan Moderna.

Berdasarkan data Wordlometers Rabu (21/7), ada 195 total kasus baru di Singapura. Angka ini naik dari Selasa 172 kasus dan Senin 92 kasus.

Singapura sendiri membagi tiga kasus coronanya. Di mana ada transmisi lokal (komunitas), lalu kasus impor (imported case) dan terakhir asrama pekerja migran. (Ade/cnbc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Contact me
email