spot_img
Minggu, Januari 18, 2026
spot_img
spot_img

Pikiran Bangsa Indonesia Paling Orisinil  Karena Jarang Di Pakai Biar Miskin Dan Bodoh Yang Penting Bahagia

Oleh : Sutoyo Abadi  

KNews.id – Jakarta – Perang hibrida Trum – Israel melawan Iran benar sedang terjadi semestinya menjadi pembangkitkan kesadaran para pemimpin mencerdaskan Bangsa Indonesia tertinggal jauh dari Iran bangsa yang terus-menerus belajar kemampuan teknologi canggih.

- Advertisement -

Dalam kondisi tekanan yang sangat besar dari Israel dan AS, Iran bangkit terus belajar “Teknik Jaringan Komputer fokus pada desain, implementasi, dan pengelolaan jaringan komputer termasuk internet, mencakup protokol seperti TCP/IP, keamanan jaringan, dan konektivitas global”, melawan musuh-musuh negaranya.

Ketika Iran mendapatkan gangguan diserbu proxy Mosad yang menjalankan aksinya dengan dukungan Amerika yang menyusup ke jantung pertahanan Iran, bisa mengatasi dengan kecerdasannya.

- Advertisement -

Pejuang Garda Revolusi Iran (IRGC), terus memutar otaknya dengan cara pemutusan telepon jalur tetap (landlines) adalah taktik yang jarang digunakan kecuali dalam kondisi darurat perang tertinggi, untuk melumpuhkan agen Mossad yang telah masuk ke jantung negara.

Iran negara para Mullah tidak hanya berdoa tetapi sadar harus bertindak dan bergerak melawan gerombolan orang yang digerakkan Mossad dan AS. Mereka yang sebelumnya masih bisa berkoordinasi, berkomunikasi lewat kode-kode suara kini di jebak dalam isolasi, karena semua jaringan layar-layar ponsel di seantero negeri mendadak membeku.

Ketika negara mendapatkan gangguan komunikasi dari jaringan internet Pasukan Garda Revoulis Iran langsung menarik sakelar “Internet Kill Switch” paling radikal dalam sejarah mereka.

Untuk mengatasinya kekacaukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengerahkan truk-truk peperangan elektronik (mobile jammers)_ ke titik-titik demonstrasi. Truk-truk ini membanjiri frekuensi GPS dengan “kebisingan” radio. Hasilnya? Terminal Starlink menjadi “buta”.

Tanpa koordinat GPS yang akurat, antena otomatis Starlink terus berputar mencari sinyal yang tak kunjung ketemu. Internet itu ada di atas sana, tapi aksesnya di bumi sedang dibakar oleh gelombang elektromagnetik.

Dari jaringan internet terpantau pada 11 Januari 2026, seantero Iran tidak hanya gelap secara digital, ia kini membisu secara total. Setelah internet dilumpuhkan lewat peperangan elektronik terhadap Starlink, IRGC mengambil langkah final: mematikan seluruh nada sambung.

- Advertisement -

Di balik kesunyian itu, deru mesin truk-truk militer IRGC menjadi satu-satunya suara yang dominan. Lalu dilakukan pembersihan dan pengejaran proxy Mossad yang menyusup ke jantung pertahanan mereka.

Pemutusan telepon jalur tetap (landlines) adalah taktik yang jarang digunakan kecuali dalam kondisi darurat perang tertinggi. Tanpa telepon, koordinasi massa mustahil dilakukan. Para agen Mossad yang sebelumnya masih bisa berkomunikasi lewat kode-kode suara kini terjebak dalam isolasi mandiri.

Dalam kegelapan informasi, narasi “agen Mossad” dilemparkan ke udara melalui corong-corong media negara yang tetap menyala di bawah sistem White List

Pembersihan jaringan Mossad ini terjadi hanya beberapa hari setelah Starlink lumpuh oleh jamming hebat. Polanya jelas: pertama, butakan mata musuh dari dunia luar (internet); kedua, putus lidah mereka dari komando (telepon); ketiga, lakukan penindakan tanpa saksi.

Lebih berani langsung melakukan serangkaian serangan udara ke jantung kota Israel.

Tidak terbayangkan kalau itu terjadi di Indonesia, yang kehidupannya berjalan mundur seperti kembali di alam kolonial. Mestinya kecanggihan Teheran adalah peringatan bagi Indonesia  di masa depan, menjaga kedaulatan negara tidak lagi hanya diukur dari jumlah peluru, melainkan dari seberapa kuat sebuah suatu negara mampu menguasai dan merusak spektrum frekuensi di atas kepala rakyatnya.

Terus bagaimana Indonesia masih terus bertarung urusan sampah politik, masih seperti budak permainan bangsa asing berebut Angpao.

Bagaimana kemampuan Indonesia kalau serangan seperti di Iran menyergap Indonesia yang tertinggal jauh untuk belajar  menguasai   berbagai teknologi militer canggih untuk pertahanan nasional. Teknologi utama mencakup rudal balistik, drone, dan sistem panduan berbasis teknologi canggih rasanya masih jauh

Keadaan tersebut Indonesia sesungguhnya lebih parah sedang menghadapi perang proxy pembentukan negara dalam negara. Tidak dilawan karena tidak berdaya justru negara berkompromi. Apa benar kelakar bahwa otak Bangsa Indonesia paling  orisinil di dunia karena tidak pernah, biar miskin dan bodoh yang penting warga hidupnya paling bahagia sedunia.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini