spot_img

Petugas Gunakan Tim Khusus untuk Selamatkan Korban Terjepit di Bekasi Timur

KNews.id – Jakarta – Pantauan di lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat (Jabar) hingga Selasa pagi (28/4/2026) proses evakuasi masih berlangsung. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari PT KAI, Polisi, TNI, Basarnas, dan Pemadam Kebarakan. Petugas gabungan berhasil memisahkan lokomotif yang menghantam gerbong wanita KRL.

Sejumlah ambulance juga masih disiagakan di halaman stasiun, antisipasi penanganan lanjutan. Aktivitas petugas berlangsung intens sejak malam hingga pagi hari guna memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar. Selain itu, masih ada sejumlah keluarga korban yang menunggu kepastian informasi keluarga mereka.

- Advertisement -

Suasana haru terlihat di lokasi, bahkan ada pula yang menangis histeris mendapati keluarganya menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Hingga pagi ini, total korban luka-luka sebanyak 81 orang.

PT KAI juga membuka posko pengaduan bagi keluarga korban yang ingin mencari informasi terkait keluarganya. Posko ini berada di halaman depan stasiun

- Advertisement -

Pastikan Masih Hidup, Basarnas Libatkan Personel Khusus Selamatkan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan update terkini terkait proses evakuasi korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam 27 April 2026.

Syafii menegaskan, perlu dilakukan penanganan khusus untuk melakukan evakuasi korban terhimpit di dalam KRL Commuter Line.

“Saya sampaikan bahwa kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus, di mana, impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo dan juga commuter ini menimbulkan dampak menyatunya dari loko dengan satu gerbong dari commuter,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (28/4/2026).

“Sehingga kami harus melakukan penanganan khusus, melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan khusus untuk melakukan ekstrikasi secara teliti dan juga terukur,” sambung dia.

Sebab, Syafii mengatakan, sampai saat ini korban terhimpit masih hidup dan akan dilakukan upaya maksimal agar bisa selamat,

“Karena memang ada beberapa korban yang sampai saat ini masih dalam dan kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup namun kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut,” ucap dia.

- Advertisement -

Syafii juga menegaskan, petugas yang melakukan operasi penyelamatan korban tidak akan pernah berhenti melakukan proses evakuasi.

“Karena itu bahwa operasi yang kita laksanakan sejak kira-kira 30 menit sejak kejadian sampai sekarang kita laksanakan non-stop tidak ada henti dan kita akan menggunakan shift-shift-an sehingga seluruh personel yang melakukan tinggakan khusus tersebut tidak pernah terjeda dan saat ini masih terus berlangsung,” tandas dia.

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur Bertambah jadi 7 Orang

Sebelumnya, korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 7 orang.

Sementara korban luka-luka berjumlah 81 orang. Lalu masih ada tiga korban yang masih terjepit. Hal itu diungkap drektur utama KAI Bobby Rasyidin dalam jumpa pers, Selasa pagi (28/4/2026).

Sementara itu Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, evakuasi korban yang terjepit masih berlangsung.

“Berlangsung lama karena evakuasi tidak ingin menyebabkan cidera tambahan pada korban, karena korban yang terjepit masih memberi respons, artinya masih dalam kondisi hidup,” ucap Syafii.

“Tiga korban yang masih terperangkap masih proses evakuasi,” katanya.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan untuk sementara waktu Stasiun Bekasi Timur tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang, sebagai dampak dari insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut.

(RD/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini