Oleh : Sutoyo Abadi
KNews.id – Jakarta 25 Februari 2026 – Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat. Wajah perjanjian bukan hanya merugikan juga menjual kedaulatan negara itu penghinaan terhadap bangsa dan negara Indonesia.
Ada lima kesepakatan sebagai penghinaan, yang di tanda tangani oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto :
- Presiden macet total akal sehatnya, “Indonesia setuju untuk menghapus sekitar 99% hambatan tarif untuk produk AS, termasuk pertanian, kesehatan, teknologi informasi, otomotif, dan bahan kimia. Indonesia telah bertekuk lutut, tunduk patuh kepada keinginan Amerika”.
- Presiden sudah buntu akal sehatnya, produk Indonesia yang akan masuk ke Amerika akan ditarik tarif sebesar 19%. Sebaliknya, produk-produk Amerika ke Indonesia akan dikenakan 0% tarif. Naif dan gila menjadi bahan tertawaan oleh siapapun dimuka bumi.
- Presiden sudah konyol akal sehatnya, _”Indonesia dipaksa menghapus hambatan non-tarif, seperti persyaratan kandungan lokal, standar keselamatan dan emisi kendaraan, serta sertifikasi FDA untuk alat kesehatan dan farmasi. Yang paling sensitif sebagai negara dengan mayoritas Muslim, Indonesia tidak boleh menjadikan sertifikasi halal sebagai hambatan bagi produk-produk Amerika, baik itu makanan, obat-obatan, dan lain-lain, untuk masuk ke pasar Indonesia.
- Presiden sudah rontok akal sehatnya,. Untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan, mengatasi penghindaran bea masuk, dan memastikan kontrol ekspor yang memadai. Yang paling sensitif klausa persetujuan Indonesia setuju untuk memberikan data-data konsumer kepada Amerika sebaliknya Amerika tidak akan menyerahkan data-data konsumer kepada Indonesia?. Ini ketololan, pembodohan bahkan bentuk penjajahan kepada negara besar yang seharusnya berdaulat penuh.
- Presiden sudah jebol akal sehatnya. Investasi AS senilai $33 miliar di bidang pertanian, kedirgantaraan, dan energi, Indonesia dipaksa membeli energi senilai $15 miliar, produk pertanian $4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing dari AS.
Ini perjanjian dagang yang sangat memalukan sebelumnya harus bayar 1,6 Milyar untuk bergabung dengan BoP presiden Yahudi Donald John Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin “Bibi” Netanyahu ( genosida warga Gaza ).
Semua bukti bahwa pemerintah Indonesia telah gagal total dalam diplomasi dan perundingan, tidak saja dalam menjaga kepentingan nasionalnya. Ini bentuk ketundukan, kepatuh, ketaatan, penyerahan diri dan kedaulatan negara kepada Presiden Amerika, Donald J. Trump.
Akal yang sudah macet, buntu, konyol, rontok dan jebol, mewarnai diplomasi dagang Indonesia dengan Amerika, yang paling menjijikan dalam sejarah kedaulatan ekonomi dan harga diri bangsa.
(FHD/NRS)




