Slogan TNI manunggal dengan rakyat itu seakan-akan sudah terkubur. TNI semakin lemah berada di ketiak penguasa dan konglomerat aseng.
“Giliran harus perang nanti bingung, harus gerilya berlindung dimana, logistik kurang, minta ke rakyat malu, lahanpun sudah dikuasai oligarki jadi mau gerilya andalan tentara juga makin sulit,” paparnya.
- Advertisement -
Perubahan TNI manunggal dengan penguasa itu yang membuat militer Indonesia lemah, walau alutsista dan personalmya hebat.




