“Namun, pernyataan Jokowi ini menjadi bias dan kehilangan makna jika tidak mengakui pembantaian laskar FPI KM50 juga sebagai pelanggaran HAM berat,” terangnya.
“Ini seperti pepatah ‘gajah di depan mata tidak terlihat, semut dikejauhan tampak besar’,” tandasnya. (AHM/rmol)




