spot_img

Penelitian Soroti Perlindungan Remaja di ChatGPT, OpenAI Pertanyakan Hasil Pengujian

KNews.id – Jakarta – ChatGPT pun tidak begitu sering mengingatkan pengguna untuk beristirahat, sebagaimana diharapkan. Sementara itu, sistem deteksi usia yang seharusnya mengenali pengguna di bawah umur, tidak memindahkan akun pengujian ke pengalaman remaja, meski peneliti berulang kali menyatakan berusia 13 tahun.

Meski demikian, tidak semua hasil pengujian negatif. ChatGPT masih menunjukkan perlindungan pada aspek tertentu, termasuk dengan menolak permintaan untuk menghasilkan interaksi seksual eksplisit dalam percakapan. Namun berdasarkan temuan itu, Common Sense Media merekomendasikan agar OpenAI membatasi akses ChatGPT hanya untuk pengguna dewasa sampai masalah tersebut diperbaiki.

- Advertisement -

“Kami mendesai OpenAI menangguhkan pemasaran ChatGPT untuk remaja, dan menutup akses anak-anak ke ChatGPT secara menyeluruh, hingga layanan tersebut benar-benar aman digunakan,” kata para peneliti.

Tanggapan OpenAI Merespons penelitian itu, OpenAI menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keselamatan remaja dan menyediakan fitur yang membantu orang tua mengawasi penggunaan AI oleh anak.

- Advertisement -

Namun, perusahaan tidak sepakat dengan kesimpulan Common Sense Media karena menilai pengujian tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan cara kerja perlindungan ChatGPT dalam penggunaan sebenarnya.

OpenAI juga mempertanyakan pengujian notifikasi orang tua. Menurut perusahaan, sebagian besar pengujian kemungkinan dilakukan sebelum aktivasi kontrol orang tua selesai. Jika demikian, hasil penelitian tersebut dinilai belum dapat membuktikan apakah notifikasi berfungsi sesuai rancangan.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan para ahli guna memastikan produk kami memberi remaja kesempatan untuk belajar dan berkreasi, sekaligus memberikan keyakinan kepada orang tua,” ujar juru bicara OpenAI

 (RD/KMP)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini