spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
spot_img

Pemkot Tangsel Banten Klaim Pembuangan Sampah Sebanyak 200 Ton ke TPA Bayar Rp90 Juta

KNews.id – Jakarta 11 Januari 2026 – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten mengklaim pembuangan sampah sebanyak 200 ton ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang dikelola PT Aspex Kumbong di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan membayar Rp 90 juta per hari.

“Kuotanya 200 ton, dengan retribusi sebesar Rp 450 ribu. Ya (per ton),” ujar Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan di Tangerang.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, melalui kerjasama bisnis pengolahan sampah dengan PT Aspex Kumbong yang berlokasi di Jalan Raya Narogong, Cileungsi ini disepakati pembayaran retribusi oleh Pemkot Tangsel sebesar Rp90 juta per harinya. Langkah ini, kata Pilar, juga telah diketahui oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai upaya penanganan jangka pendek agar sampah tidak menumpuk di ruang publik.

“Sambil menunggu proses pembangunan di TPA Cipeucang, kami melakukan kerjasama antar daerah. Sama halnya yang dilakukan DKI Jakarta dengan Bekasi dan ini sebetulnya sudah biasa. Namun, kami ada batasnya karena ini tidak mungkin terus menerus. Dan untuk sekarang kerjasama pengelolaan sampah bukan dengan Cileungsi tetapi dengan perusahaan,” terang dia.

- Advertisement -

Menurut Pilar, selain menunggu pelaksanaan pembangunan fasilitas mesin pencacah sampah di TPA Cipeucang, Serpong, Pemkot Tangsel juga harus punya lahan 5.000 meter persegi dan itu harus melalui kerjasama antar sektor termasuk masyarakat sekitar.

“Sekarang belanja lahan juga kan masyarakat ada proses. Belanja lahan itu tidak serta merta sekarang beli besok buang,” ucap dia.

Rencana PSEL

Selain itu, menurut Pilar, untuk rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Cipeucang membutuhkan lahan seluas 5 hektare. Maka, kata dia, solusi jangka pendek sampah di Tangsel dibuang sementara ke wilayah Cileungsi melalui kerjasama bisnis dengan perusahaan setempat.

“Tapi ada batasnya dong. Kita cari kerja sama yang paling efektif, efisien mana yang paling menguntungkan,” tandas Pilar.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) membuang sampah dari truk di depan halaman Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel), sebagai bentuk protes munculnya persoalan sampah akhir-akhir ini, Kamis 8 Januari 2026.

- Advertisement -

Aksi protes itu bermula ketika mahasiswa datang dibarengi dengan truk bermuatan sampah ke kantor Wali Kota Tangsel. Bukan hanya satu truk, mereka datang membawa dua truk bermuatan sampah.

Sampah-sampah tersebut hasil dari kumpulan sampah yang ada di sepanjang Jalan Ciputat, kemudian dinaikan ke dalam truk. Setibanya di Kantor Wali Kota tersebut, mahasiswa tersebut mencoba untuk masuk, namun terhalang oleh mobil Satpol PP yang melintang.

(FHD/Lpt)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini