spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
spot_img

Pemerintahan China Mengecam Rencana Israel Untuk Mengambil Alih Jalur Gaza, “Itu Milik Rakyat Palestina”

KNews.id – Beijing, Pemerintah China mengecam rencana Israel untuk mengambil alih Jalur Gaza dan mengontrolnya secara militer. Beijing menegaskan Gaza merupakan bagian integral dari wilayah Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mendesak Israel untuk segera menghentikan apa yang dia sebut sebagai “langkah berbahaya” tersebut. “Gaza milik rakyat Palestina,” kata Lin, seraya menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas, sebagaimana dikutip dari RT, Minggu (10/8/2025).

- Advertisement -

Sebelumnya pada hari Jumat, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa kabinet keamanan negara telah menyetujui rencananya untuk merebut Kota Gaza—sebuah langkah yang dapat mengarah pada pengambilalihan penuh wilayah kantong Palestina tersebut.

Dalam wawancara dengan Fox News pada hari Kamis, Netanyahu mengeklaim, “Kami tidak ingin [berada di Gaza] sebagai badan pemerintahan, kami ingin menyerahkannya kepada pasukan Arab yang akan memerintahnya dengan semestinya.”

- Advertisement -

Akhir bulan lalu, Utusan Khusus China untuk Timur Tengah, Zhai Jun, mengatakan setiap upaya untuk mengubah status Gaza secara paksa tidak akan membawa perdamaian. Pihaknya menegaskan kembali dukungan Beijing terhadap solusi dua negara.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengkritik keputusan Israel, demikian pula Prancis dan Inggris. Perang antara Hamas dan Israel dimulai pada Oktober 2023 setelah serangan mendadak oleh Hamas di Israel selatan, yang menurut rezim Zionis, menewaskan 1.200 orang dan 250 lainnya diculik sebagai sandera.

Sejak itu, lebih dari 60.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, telah dibunuh oleh pasukan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

Juru bicara PBB Olga Cherevko mengatakan kepada RT awal bulan ini bahwa bencana dengan skala yang tak terbayangkan telah terjadi dan terus berkembang di Gaza, seraya menuduh pasukan Israel menghalangi pengiriman makanan ke warga sipil.

(FHD/Snd)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini